Teknologi ip multimedia subsystem (ims) merupakan teknologi masa depan yang mendukung beberapa layanan yang terintegrasi seperti voice, data dan multimedia. kinerja ip multimedia subsystem adalah dengan melakukan pemisahan elemen server sehingga beban server menjadi lebih ringan. session initiation protocol (sip) merupakan model kinerja proses pangilan dalam sistem. untuk peningkatan kualitas layanan ip multimedia subsystem di perlukan pengaturan protocol signaling sip agar pengiriman data terhadap layanan voice berdasarkan pemilihan kombinasi codec yang lebih baik. metode pengambilan data qos pada voip diambil berdasarkan kondisi jaringan secara global dengan scenario penerapan protocol sip dan tanpa protocol sip. hasil sangat berpengaruh yang signifikan tehadap end-to-end delay, jitter, dan throughput pada layanan voip dengan pemilihan codec, besarnya coding rate, serta penggunaan sip turut berperan dalam mempengaruhi kualitas layanan. kualitas layanan voip yang dilakukan pada jaringan sip masih sangat dibawah standar yang diterapkan itu-t, tetapi untuk end to-end delay codec g.729a lebih baik dari pada codec g.711 dan g.723 sementara untuk jitter lebih baik mengunakan codec g.723 dari pada g.711 dan g.729a yang digunakan dalam skenario yang sama. kata kunci : ims, sip, voip dan codec g.711,g.729a dan g723
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENERAPAN SESSION INITIATION PROTOCOL (SIP) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN IP MULTIMEDIA SUBSYSTEM DENGAN CODEC G.711, G.729A DAN G.723. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PERBANDINGAN KINERJA SERVER VIRTUAL (OPERATING SYSTEM-LEVEL VIRTUALIZATION) DENGAN SERVER KONVENSIONAL (Alfisyahrin, 2020)
Abstract
Baca Juga : STUDI PERENCANAAN JARINGAN IP PBX DI FAKULTAS TEKNIK UNLVERSLTAS SYLAH KUALA (Saiful Bahri, 2024)