Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stadia pertumbuhan dan konsentrasi ekstrak kirinyuh terhadap pertumbuhan gulma bayam duri, serta interaksi diantara kedua faktor tersebut. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu stadia pertumbuhan (vegetatif dan generatif) dan konsentrasi (10%, 20%, 30%, dan 40%). hasil penelitian menunjukkan stadia pertumbuhan berpengaruh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 msa (minggu setelah aplikasi), diameter batang pada 1, 2 dan 3 msa, dan luas daun. stadia pertumbuhan vegetatif lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan gulma bayam duri. konsentrasi berpengaruh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 msa, diameter batang pada 2 dan 3 msa, dan luas daun. konsentrasi 40% merupakan penekanan terbaik terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 msa, diameter batang pada 2 dan 3 msa, dan luas daun bayam duri. terdapat interaksi antara stadia pertumbuhan dan konsentrasi ekstrak kirinyuh terhadap tinggi gulma pada 2 dan 3 msa, diameter batang pada 2 dan 3 msa, dan luas daun bayam duri. interaksi terbaik terdapat pada stadia pertumbuhan vegetatif dengan konsentrasi 40% yang efektif untuk mengendalikan bayam duri. kata kunci : bayam duri, ekstrak, konsentrasi, stadia pertumbuhan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMANFAATAN EKSTRAK KIRINYUH (CHROMOLAENA ODORATA L.) PADA STADIA PERTUMBUHAN YANG BERBEDA SEBAGAI BIOHERBISIDA TERHADAP GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PENGARUH APLIKASI EKSTRAK ETIL ASETAT BABADOTAN RN(AGERATUM CONYZOIDES L.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) (MEUTIA VIRA ADILLA, 2023)
Abstract
Baca Juga : ISOLASI EKSTRAK N-HEKSANA BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.) (Mariah Nasrina Mardhatillah, 2026)