Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Rizki Yuliasari, DESKRIPSI TABU DALAM MASYARAKAT TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016

Abstrak kata kunci :tabu, tapaktuan penelitian yang berjudul “deskripsi tabu dalam masyarakat tapaktuan kabupaten aceh selatan” mengangkat masalah apa sajakah kata dalam ujaran yang dianggap tabu dalam masyarakat tapaktuan, apa saja perbuatan tabu dalam masyarakat tapaktuan, dan bagaimana pandangan masyarakat tapaktuan terhadap tabu tersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kata dalam ujaran yang dianggap tabu dalam masyarakat tapaktuan, untuk mengetahui perbuatan tabu dalam masyarakat tapaktuan, dan untuk mengetahui pandangan masyarakat tapaktuan terhadap tabu tersebut. data penelitian ini berupa data lisan yang diperoleh dari informan yaitu kata dan perbuatan tabu. jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. data yang diperoleh diidentifikasi, diklasifikasikan, dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk deskripsi. hasil penelitian ini adalah kata yang dianggap tabu dalam ujaran terdiri dari beberapa macam, yaitu ta’un, pantengong, cacar, buduak, musim imau, imau, mancik, dan sipasan. bentuk-bentuk perbuatan tabu dalam masyarakat tapaktuan adalah perempuan yang sedang berhalangan mendatangi kuburan tuan tapa, meremehkan pada saat mengunjungi tapak tuan tapa, bersenda gurau pada saat mengunjungi tapak tuan tapa, membuang kulit pinang pada malam hari, membuang ampas kelapa pada malam hari, membeli jarum pada malam hari, membeli garam pada malam hari, membeli kapur sirih pada malam hari, menyapu pada malam hari, menyapu ketika hendak pergi bekerja, mengayun anak pada saat senja, mengambil obat tradisional seperti daun-daun pada malam hari, duduk membelakangi orang tua, berselonjor di depan orang tua, manyompong, pergi ke laut ketika hujan panas, mengunjungi bayi yang baru lahir, makan di tutup sebuah wadah, membuang sampah pada saat senja, suami melingkarkan handuk di lehernya, ketika istri sedang hamil, suami membunuh dan menganiaya binatang ketika istri sedang hamil, pergi ke laut pada hari jumat, melaksanakan pernikahan atau ijab qabul pada hari rabu, berpergian jauh pada hari rabu. pandangan masyarakat tapaktuan terhadap tabu tersebut sesuatu yang sakral, baik itu dalam perkataan maupun perbuatan. namun, anggota masyarakat yang tinggal dikota menganggap tabu ini sesuatu yang biasa-biasa saja, karena dipengaruhi oleh gaya hidup yang moderen.



Abstract



    SERVICES DESK