Gesekan yang dialami tepi mata potong terhadap permukaan geram yang mengalir dan permukaan benda kerja yang telah terpotong pada saat proses pemesinan berlangsung mengakibatkan keausan tepi mata potong terjadi. keausan mata potong ini sangat dipengaruhi oleh berbagai macam variabel proses, yakni jenis proses pemesinan, material benda kerja dan mata potong, kondisi pemesinan/pemotongan dan cairan pendingin (coolant) yang dipergunakan. mata potong tidak dapat digunakan secara terus menerus, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh kecepatan penghasilan geram terhadap keausan tepi mata potong hss end miil dengan tiga kecepatan potong yang berbeda pada proses milling. hasil penelitian ini dapat di ketahui dengan kecepatan potong 20 m/min maka didapat nilai keausan tepi mata potong yang terendah 0,072 mm dalam satu kali pengujian 1,75 m dengan kecepatan penghasilan geram 0,28 cm3/min, total panjang pemesinan 15,75 m yang di capai. sedangkan nilai terbesar terdapat pada kecepatan potong 40 m/min, nilai keausan tepi mata potong yang terjadi 0,083 mm dalam satu kali pengujian 1,75 m dengan kecepatan penghasilan geramnya 0,57 cm3/min , total panjang permesinan yang dicapai 12,25 m. hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar kecepatan potong berpengaruh terhadap umur pemakaian mata potong dan berpengaruh antara kecepatan penghasilan geram terhadap keausan tepi mata potong pada proses milling. kata kunci : kecepatan penghasilan geram, keausan, hss end mill, baja karbon sedang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH KECEPATAN PENGHASILAN GERAM TERHADAP KEAUSAN TEPI MATA POTONG HSS (HIGH SPEED STEELS) END MILL PADA PROSES MILLING TERHADAP BAJA KARBON SEDANG. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : ANALISA KEAUSAN TEPI PAHAT POTONG HSS-CO5 END MILL VARIASI KEDALAMAN POTONG DENGAN MATERIAL BAJA KARBON SEDANG (anang zazu setyas, 2015)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP BENTUK DAN JENIS GERAM PADA PROSES BUBUT DENGAN BAHAN MATERIAL BAJA KARBON SEDANG (Muhammad Wahyu, 2019)