Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dosis koagulan, waktu pengendapan dan waktu filtrasi yang lebih efektif serta mendapatkan persen penyisihan dari beberapa parameter dalam proses pengolahan air payau menjadi air bersih dengan menggunakan kombinasi proses koagulasi dan filtrasi. analisa yang dilakukan yaitu : turbiditas, tss, dan tds, jenis koagulan yang digunakan yaitu aluminium sulfat sedangkan jenis filtrasi yang digunakan yaitu pasir silika, pasir, ijuk dan arang. dosis aluminium sulfat yaitu sebesar : 6, 10, dan 14 ppm dengan pengendapan selama 30, 45 dan 60 menit. sedangkan waktu filtrasi yaitu : 9, 18 dan 28 menit dari hasil penelitian yang di peroleh dosis aluminium sulfat dengan waktu pengendapan yang lebih efektif menurunkan nilai parameter yaitu dosis koagulan 6 ppm dan waktu pengendapan selama 60 menit dimana persen penyisihan didapat sebesar turbiditas 74,699%, tss 4,475% dan tds 17,875%. sedangkan waktu filtrasi yang lebih efektif menurunkan nilai parameter yaitu selama 28 menit dimana persen penyisihannya didapat sebesar turbiditas 97,759%, tss 4,141% dan tds 6,843%. kombinasi proses koagulasi dan filtrasi yang didapat pada hasil proses koagulan dan penyaringan yang terbaik dan lebih efisisen di dapatkan hasil penurunan nilai turbiditas sebesar 0,29 ntu, tss sebesar 0,116 mg/l, tds sebesar 0,69 mg/l dimana persen penyisihannya didapat sebesar turbiditas 69,398%, tss 7,281% dan tds 4,939%. kata kunci : air payau, koagulasi, dan filtrasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KOMBINASI PROSES KOAGULASI DAN FILTRASI UNTUK MENGHILANGKAN ZAT PADAT DARI AIR PESISIR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : KOMBINASI FILTRASI KARBON AKTIF DAN TEKNOLOGI MEMBRAN UNTUK PENYISISHAN KEKERUHAN, TOTAL DISSOLVED SOLID DAN LOGAM FE DARI AIR SUMUR TERCEMAR TSUNAMI (Arif Fadillah, 2017)
Abstract
Baca Juga : PERTUMBUHAN TIRAM (CRASSOSTREA SP.) DENGAN KEPADATAN YANG BERBEDA PADA BUDIDAYA TIRAM DI TAMBAK ALUE NAGA, BANDA ACEH (DHIA RISKA, 2023)