Perkembangan globalisasi otomasi industri menuntut industri manufaktur harus mampu bersaing dalam beberapa faktor penting, seperti peningkatan kualitas produk, kecepatan proses manufaktur, penurunan biaya produksi, proses produksi yang aman dan ramah lingkungan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kebisingan dan tingkat kekasaran permukaan menggunakan tiga mata potong yang berbeda, yakni mata potong hss end mill 2 flute, hss end mill 4 flute, hss end mill ball 2 flute dengan pemotongan pola lurus. pemotongan ini dilakukan dengan menggunakan mesin agma a8 di laboratorium desain dan manufaktur universitas syiah kuala pada pukul 23.35 wib untuk menghindari adanya gangguan bising yang tidak diinginkan dengan menggunakan alat ukur sound level meter. pengujian dilakukan selama ± 2 menit dengan tiap-tiap kedalaman potong 0.5 mm, 0.75 mm, 1 mm dan 2 mm, penutupan ruang mesin cnc disarankan. tingkat kebisingan rata-rata (l50) pada mata potong hss end mill 2 flute mencapai 72.8 dba, hss end mill 4 flute mencapai 65.8 dba dan hss end mill ball 2 flute mencapai 61.5 dba. tingkat kekasaran yang paling kasar terjadi pada pemotongan dengan kedalaman 2 mm, pada mata potong hss end mill 4 flute mencapai 3.02 µm, hss end mill 2 flute mencapai 4.15 µm dan hss end mill ball 2 flute mencapai 1.07 µm. dari hasil pemotongan ini diketahui bahwa tingkat kekasaran dan kebisingan tertinggi terdapat pada mata potong hss end mill 2 flute pada kedalaman potong 2 mm.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KEBISINGAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN PADA PEMOTONGAN DENGAN MENGGUNAKAN POLA LURUS PADA MESIN AGMA A8. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : ANALISA KEKASARAN DAN KERATAAN PERMUKAAN HASIL PROSES SKRAP RATA PADA BAJA KARBON S 45 C DENGAN VARIASI KEDALAMAN POTONG (Mufizar, 2023)