Abstrak kata kunci: model pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran konvesional, sistem persamaan linear dua variabel tujuan pendidikan matematika salah satunya adalah siswa mampu memecahkan masalah matematika yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperolehnya strategi yang relevan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa adalah model pembelajaran berbasis masalah. pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang menghadapkan siswa pada permasalahan nyata dan dapat melatih siswa berpikir kritis. materi sistem persamaan linier dua variabel (spldv) merupakan materi yang sering dijumpai dalam kehidupan nyata siswa. oleh karena itu, model pembelajaran berbasis masalah digunakan untuk mengajarkan materi spldv dengan harapan memberi pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang di ajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi sistem persamaan linier dua variabel di kelas viii smp negeri 3 labuhan haji timur. perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi spldv di kelas viii smp negeri 3 labuhan haji timur.tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dibandingkan peningkatan kemampuan pemecahan masalah yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional pada materi spldv di kelas viii smp negeri 3 labuhan haji timur. penelitian yang dilakukan berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. sampel diambil secara random sebanyak dua kelas yaitu, kelas viii1 sebagai kelas eksprimen sedangkan kelas viii2 sebagai kelas kontrol. dianalisis dengan statistik uji-t satu pihak pada taraf signifikan ? = 0.05. berdasarkan hasil analisis data terhadap n-gain skor kemampuan pemecahan masalah matematis diperoleh = 1,9 dan = 1.67 atau > yaitu 1,9 > 1.67, hal ini berarti h0 ditolak. hasil penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari siswa yang mendapat pembelajaran konvensional pada materi spldv. kelas eksperimen menghasilkan nilai rata-rata 0.48, sedangkan kelas kontrol mencapai nilai rata-rata 0.36.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP NEGERI 3 LABUHAN HAJI TIMUR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 3 LHOKNGA BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL (Mutia Riski, 2025)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI TRIGONOMETRI DI KELAS XI SMA NEGERI 1 LABUHAN HAJI TIMUR (Sri Utami, 2015)