Peran keluarga merupakan hal yang paling dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak retardasi mental dalam kehidupannya khususnya dalam tingkat kemandiriannya dikarnakan dalam kondisi ini anak lebih banyak bergantung pada orang tuanya dalam melakukan aktivitas sehari-hari. tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran peran keluarga dalam memandirikan anak retardasi mental di sekolah dasar luar biasa negeri (sdlbn) labui banda aceh. jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain cross sectional study. populasi yang diambil adalah seluruh orang tua khususnya ibu yang mempunyai anak retardasi mental di sdlbn labui banda aceh berjumlah 42 responden. teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, alat ukur berbentuk kuesioner dengan metode wawancara terpimpin, yang dilaksanakan pada tanggal 27 mei sampai tanggal 04 juni 2016 di sdlbn labui banda aceh. hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peran keluarga dalam memandirikan anak retardasi mental di sdlbn labui banda aceh berada pada kategori kurang sebesar (57,1%), dimana secara umum semua sub variabel juga berada pada kategori kurang yaitu peran formal keluarga (52,4%) dan peran informal keluarga (52,4%). diharapkan bagi para guru di sdlbn labui banda aceh untuk meningkatkan penyuluhan dengan cara mengajarkan cara memandirikan anak dan tentang pentingnya peran keluarga dalam memandirikan anak retardasi mental. kata kunci : peran keluarga, retardasi mental, kemandirian daftar bacaan : 30 buku (1995-2014) + 4 jurnal (2000-2011) + 5 skripsi (2012-2015) + 3 website (2012-2015)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERAN KELUARGA DALAM MEMANDIRIKAN ANAK RETARDASI MENTAL DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA NEGERI (SDLBN) LABUI BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : GAMBARAN PERAN KELUARGA DENGEN ANAK RETARDASI MENTAL DI SDLB NEGERI LABUI BANDA ACEH TAHUN 2011 (Elisa Noviyanda, 2024)