Abstrak evaluasi medication error telah dilakukan pada resep polifarmasi pasien hipertensi rawat inap di rsud dr. zainoel abidin. penelitian ini bertujuan untuk menentukan angka kejadian medication error, serta menentukan fase dengan angka kejadian tertinggi dari medication error. penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental dengan metode deskriptif. pengambilan data dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. sampel penelitian terdiri dari 446 lembar resep yang diambil secara prospektif selama februari-april 2016. hasil penelitian menunjukkan bahwa medication error terjadi pada 440 lembar resep dari total sampel penelitian (98,65%) dimana kesalahan ditemukan pada fase peresepan, penyalinan, peracikan, hingga pemberian obat. persentase tertinggi terjadi pada fase penyalinan (transcribing) yaitu 68,47% dengan kesalahan terbanyak akibat tidak lengkapnya informasi obat di etiket, catatan perawat, dan di catatan perkembangan pasien terintegrasi (cppt). kesalahan pada fase peresepan (prescribing) mencapai 22,70% dengan kesalahan terbanyak pada aspek legalitas resep dan kelengkapannya. kesalahan pada fase peracikan (dispensing) sebesar 7,12% dengan kesalahan terbanyak pada penyiapan obat tanpa etiket yang lengkap, sedangkan angka kejadian terendah adalah fase pemberian obat (administration) sebesar 1,71% dengan kesalahan terbanyak yaitu obat tersisa di loker/tempat tidur pasien. kata kunci: medication error, hipertensi, resep polifarmasi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EVALUASI MEDICATION ERROR PADA PERESEPAN POLIFARMASI PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN PERIODE FEBRUARI-APRIL 2016. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : EVALUASI MEDICATION ERROR PADA PASIEN RAWAT INAP AKUT DI RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI ACEH (ALFIA RAHMATINA, 2018)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN KADAR HUMAN SERUM ALBUMIN DENGAN LAMA RAWAT INAP PASIEN PASCA BEDAH DIGESTIF DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (NADILA HUMAIRAH HALWAN, 2023)