Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Chintya Desfariza, STUDI IMUNOHISTOKIMIA PERKEMBANGAN RESEPTOR ESTROGEN ALPHA (ER?) PADA OVARIUM DAN UTERUS TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016

Penelitian ini bertujuan mengamati dan mengidentifikasi perkembangan reseptor estrogen alpha (er?) pada ovarium dan uterus tikus putih (rattus norvegicus) pada tingkatan umur yang berbeda secara imunohistokimia (ihk). organ ovarium dan uterus dikoleksi dari delapan ekor tikus putih betina umur 2, 4, 6, dan >12 bulan, selanjutnya diproses menjadi preparat histologis dan diwarnai dengan pewarnaan ihk. hasil penelitian menunjukkan ekspresi er? dengan intensitas warna kuat (+++) terdapat pada stroma dan korpus luteum, dan lemah (+) pada sel teka, buluh darah, oosit, dan sel germinativum ovarium tikus umur 2 bulan. ekspresi yang sama ditemukan pada ovarium tikus umur 4 bulan, namun intensitas warna er? meningkat (++) pada sel teka, buluh darah, dan oosit. ekspresi er? pada ovarium tikus umur 6 dan >12 bulan berkurang (++) dibagian stroma dan korpus luteum, dan lemah (+) pada buluh darah dan oosit. pada uterus tikus umur 2 bulan, ekspresi er? dengan intensitas warna lemah (+) terdapat pada stroma dan epitel luminal, sedang (++) pada miometrium, namun tidak ditemukan er? pada kelenjar uterus. ekspresi er? pada uterus tikus umur 4 bulan mengalami peningkatan pada stroma dan epitel luminal, (++) sedangkan kelenjar uterus lemah (+). pada uterus tikus umur 6 bulan intensitas warna er? kriteria kuat (+++) terdapat pada stroma, miometrium, dan epitel luminal, sedangkan pada kelenjar uterus terlihat intensitas sedang (++). ekspresi er? pada uterus tikus umur >12 bulan hampir sama dengan uterus tikus umur 6 bulan, namun ekspresinya menurun (++) pada miometrium dan epitel luminal. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perkembangan dan pola sebaran er? pada ovarium dan uterus tikus berbeda pada setiap tingkatan umur, hal ini diduga berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi serta erat kaitannya dengan siklus estrus yang terjadi pada setiap tikus.



Abstract



    SERVICES DESK