Bayi setelah usia 6 bulan membutuhkan makanan semi padat, makanan ini merupakan makanan pendamping asi (mp-asi). makanan pendamping asi diberikan agar status gizi bayi terpenuhi secara optimal. salah satu nutrisi yang harus dipenuhi adalah adalah protein hewani. selain itu kecukupan nutrisi mp asi terhadap status gizi bayi juga dipengaruhi oleh demografi ibu. oleh karena itu, prioritas utama penanganannya adalah memperbaiki mp-asi kepada bayi dan ibu. di kabupaten nagan raya pada tahun 2014 masih ditemukan 17 bayi yang mengalami status gizi buruk dan di kecamatan kuala pesisir terdapat 3 bayi yang mengalami status gizi buruk. penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan demografi ibu (umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan keluarga) dengan konsumsi protein hewani terhadap status gizi bayi pada usia 6-24 bulan di kecamatan kuala pesisir kabupaten nagan raya. penelitian berlangsung dari bulan oktober 2015 sampai bulan januari 2016 menggunakan rancangan cross sectional, dengan popoulasi berjumlah 650 orang, sampel ditentukan berdasarkan rumus slovin yang berjumlah 86 orang, dengan teknik pengambilan sampel secara proporsional sampling. data penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linear sederhana. hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan demografi ibu terhadap status gizi bayi pada usia 6-24 bulan (p>0,01), namun terdapat hubungan antara konsumsi protein hewani terhadap status gizi pada usia 6-24 bulan (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
HUBUNGAN DEMOGRAFI IBU DAN KONSUMSI PROTEIN HEWANI SEBAGAI MP-ASI TERHADAP STATUS GIZI BAYI PADA USIA 6-24 BULAN DI KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA. Banda Aceh PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER,2016
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI PROTEIN HEWANI DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA DI GAMPONG LAMBARO SKEP KECAMATAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH (RIZKI AKMALIDA, 2015)