Risiko infeksi silang antara pasien, dokter gigi dan teknisi dapat terjadi saat proses pencetakan gigi disebabkan saliva dan darah yang menempel pada cetakan, pengurangan risiko tersebut dapat dilakukan dengan proses desinfeksi cetakan gigi. alginat mempunyai sifat imbibisi sehingga desinfeksi dengan teknik perendamanmemungkinkan terjadinya ekspansi alginat yang berpengaruh terhadap stabilitas dimensi cetakan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perubahan dimensi hasil cetakan alginat setelah dilakukan perendaman dalam larutan desinfektan sodium hipoklorit 0,5% dan dettol 5%. spesimen berjumlah 32 cetakan dan dibagi ke dalam dua kelompok perendaman yaitu perendaman dalam sodium hipoklorit 0,5% dan dettol 5% selama waktu sepuluh menit. spesimen merupakan hasil cetakan pada model master rahang atas yang telah diberikan sekrup sebagai titik pengukuran. model master dan model gips hasil pengecoran cetakan diukur menggunakan kaliper digital dengan ketelitian 0,01 mm. hasil uji paired t-test menunjukkan pengaruh perendaman cetakan alginat dalam larutan desinfektan sodium hipoklorit 0,5% dan dettol 5% terhadap perubahan dimensi tidak signifikan (p>0,05). kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat pengaruh perendaman cetakan alginat dalam larutan sodium hipoklorit 0,5% dan dettol 5% terhadap perubahan dimensi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PERENDAMAN CETAKAN ALGINAT DALAM LARUTAN DESINFEKTAN SODIUM HIPOKLORIT 0,5% DAN DETTOL 5% TERHADAP PERUBAHAN DIMENSI. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN SODIUM HIPOKLORIT SEBAGAI DESINFEKTAN TERHADAP KEKUATAN IMPAK BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK (RISKI DUMNA, 2015)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH DURASI PENYIMPANAN CETAKAN ALGINAT TERHADAP STABILITAS DIMENSI (ASTRILIA RIADY, 2019)