Abstrak penelitian ini berjudul “hambatan komunikasi antarbudaya (cara berinteraksi antara relawan aksi cepat tanggap dengan pengungsi rohingya)”. tujuannya untuk mengetahui bagaimana cara berinteraksi antara relawan aksi cepat tanggap dengan pengungsi rohingya, faktor-faktor yang menjadi hambatan antara relawan aksi cepat tanggap dengan pengungsi rohinya dalam berintraksi. teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi simbolik. penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam pemilihan informannya, untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan model analisis data miles dan huberman. dari hasil penelitian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa cara berinteraksi antara relawan aksi cepat tanggap dengan pengungsi rohingya dengan mengunakan non verbal, komunikasi antarbudaya antara relawan aksi cepat tanggap dengan pengungsi rohingya masih belum efektif karena dalam proses komunikasi antarbudaya tidak bisa terlepas dari faktor-faktor penghambat dalam berkomunikasi. dalam penelitian ini terdapat hambatan yaitu bahasa . hal tersebut dapat diatasi karena adanya bantuan penerjemah bahasa yaitu khairul amin dan muhammad salim yang menerjemah bahasa inggris. khairul amin, muhammad siraz dan hasan ali yang menerjemah bahasa melayu. dan juga dengan faktor pendukung lainnya yaitu non verbal atau alat peraga saat mereka berkomunikasi. kata kunci: hambatan komunikasi antarbudaya, relawan act dan pengungsi rohingya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HAMBATAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (CARA BERITERAKSI ANTARA RELAWAN AKSI CEPAT TANGGAP DENGAN PENGUNGSI ROHINGYA). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA (STUDI KASUS PADA GAMPONG LEUN TANJONG, KABUPATEN PIDIE) (Yodha Afriliany Pasaribu, 2025)
Abstract
Baca Juga : PENANGANAN PENGUNGSI KETIKA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA (SUATU PENELITIAN TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA DI KOTA LHOKSEUMAWE 2020-2022) (Muhammad Fajri, 2022)