Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi kluster dan strategi pengembangan kluster ekonomi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi acehdi kabupaten aceh tengah. penelitian dilaksanakan di kabupaten aceh tengah dengan menggunakan data primer dan data sekunder. dataprimer adalah data diperoleh dari hasil pengamatan langsung melalui objek penelitian. data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi kepustakaan dan pengambilan data dari instansi-instansi terkait seperti dinas badan pusat statistik aceh tengah yang berhubungan dengan penelitian ini.analisis yang digunakan adalah analisis yang di awali dengan tekniklocationquotient(lq)dan analisis swot. hasil penelitian menunjukan berdasarkan teknik analisa location quotient lq,dapat diidentifikasi bahwa komoditas yang memiliki nilai lq>1 menunjukkan kondisi eksisting produksi dan potensi pengembangan kopi di kecamatan linge, atu lintang, jagong jeget, bintang, lut tawar, kebayakan, pegasing, bies, bebesan, kute pineng, silih nara, celala, rusip antara, sedangkan tebu hanya pada kecamatan ketol sebagai komoditas strategis untuk dikembangkan lebih lanjut di kabupaten aceh tengah.sedangkan posisi strategi pengusaha kopi dan tebu berada pada posisi strategi agresif yaitu mendukung kebijakan pengusaha, strategi ini dapat digunakan apabila pengusaha tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang dengan kekuatan yang ada, karena keduanya memiliki selisih nilai terhitung positif yaitu sebesar 1,34 dan 1,31. kata kunci : strategi pengembangan kluster, perkebunan kopi dan tebu
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STRATEGI PENGEMBANGAN KLUSTER PERKEBUNAN KOPI DAN TEBU UNTUK PENGEMBANGAN EKONOMI KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PEMETAAN ATRIBUT KEBUN KOPI EKSISTING DAN INDIKASI POTENSI LAHAN YANG DAPAT DIKEMBANGAKAN KOPI DI KABUPATEN ACEH TENGAH (SAWIDAH AYU MAHBENGI, 2024)
Abstract
Baca Juga : DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN STRATEGI ADAPTASI PETANI KOPI ARABIKA DI KABUPATEN ACEH TENGAH (Syamratul Achwan, 2020)