Korosi sumuran merupakan salah satu penyebab kekuatan fatik suatu logam menurun. penelitian sebelumnya menunjukkan hasil bahwa kegagalan fatik baja aisi 304 pada tegangan siklik rendah di dominasi oleh pertumbuhan pit hingga 90%. penelitian ini difokuskan pada kajian distribusi tegangan di beberapa jenis bentuk pit dan pengembangan model pertumbuhan pit menggunakan metode elemen hingga. bentuk dan geometri spesimen merujuk pada standar astm e-466 dan disimulasikan pada software ansys rel 14.0. jenis pit yang dikaji distribusi tegangannya ialah jenis wide shallow, vertical attack, elliptical, narrow-deep, undercutting, horizontal attack, dan subsurface. sedangkan untuk pemodelan pertumbuhan pit menggunakan jenis wide shallow pit. geometri pit merujuk pada penelitian sebelumnya. hasil simulasi pada kajian distribusi tegangan pada jenis – jenis pit menunjukkan bahwa pit dengan jenis wide shallow merupakan jenis pit dengan perubahan tegangan (von mises stress, max shear stress, max principal stress) terendah jika dibandingkan dengan spesimen yang tidak memiliki pit. sedangkan jenis pit yang mengalami kenaikan tegangan tertinggi terjadi pada pit dengan jenis subsurface. hasil pemodelan pertumbuhan pit menunjukkan bahwa semakin besar dimensi pit maka pertumbuhan pit selanjutnya lebih besar. berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa bentuk pit mempengaruhi distribusi tegangan dan pertumbuhan pit selanjutnya pada spesimen.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMODELAN PERTUMBUHAN PIT PADA BAJA AISI 304 MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD (FEM). Banda Aceh FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2016
Baca Juga : PENGEMBANGAN WINGS RACINGPLANE SKY WALKER BERBAHAN KOMPOSIT PRE IMPREGNATED SERAT KARBON (PREPREG) DENGAN TEKNIK PEMBUATAN VACUUM DAN PEMANASAN OVEN SERTA ANALISIS KEKUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (MUHAMMAD HAIKAL NAUFAL, 2026)
Abstract
Baca Juga : ALTERNATIF PENGGUNAAN BAJA HOLLOW SEBAGAI KONSTRUKSI UTAMA RUMOH ACEH (DEVI ALISHA ZAWITRI, 2022)