Salah satu kendala dalam meningkatkan hasil produksi cabai adalah banyaknya serangan organisme pengganggu tanaman (opt) yang dapat menyebabkan kerugian baik secara kuantitas maupun kualitas. untuk itu perlu dilakukan upaya pengendalian guna meminimalisir resiko yang ditimbulkan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun kangkung dalam mengendalikan penyakit antraknosa (colletotrichum capsici) pada buah cabai. rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral) pola non faktorial dengan 4 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali untuk penelitian secara in-vitro dan in-vivo, sehingga masing-masing diperoleh 16 unit percobaan. penelitian ini terdiri atas 4 taraf perlakuan ekstrak kangkung yaitu, 5%, 10%, 15% dan 20%. hasil penelitian secara in-vitro menunjukkan bahwa ekstrak daun kangkung mampu menghambat pertumbuhan diameter koloni c.capsici. diameter terendah yaitu 28 mm terdapat pada perlakuan ekstrak kangkung 20%. percobaan secara in-vivo menunjukkan bahwa diameter bercak tertinggi pada 7 hsa terdapat pada konsentrasi ekstrak kangkung 5% yaitu 7,8 mm dan terendah 7 mm pada konsentrasi 20%. pemberian ekstrak kangkung untuk semua konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap persentase kejadian penyakit dan intensitas penyakit. penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kangkung pada konsentrasi sampai 20 % belum mampu mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai yang di sebabkan oleh c.capsici. kata kunci : ekstrak, nabati, antraknosa, buah cabai
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KANGKUNG (IPOMOEA AQUATICA FORSK.) SEBAGAI FUNGISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CAPSICI) PADA BUAH CABAI.. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : APLIKASI EKSTRAK LIDAH BUAYA SEBAGAI EDIBLE COATING DAN BIOFUNGISIDI TERHADAP ANTRAKNOSA (COLLETOTRICHUM CASPSICI (SYD.) BUTLER & BISBY) PADA BUAH CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) (Zulfadhila, 2024)