Prevalensi penderita tuberkulosis paru di indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 300.000 kasus per tahun atau berada diposisi ketiga didunia setelah india dan cina. masih tingginya prevalensi menunjukkan bahwa keberhasilan pengobatan di indonesia masih rendah, sehingga untuk mencapai kesembuhan diperlukan keteraturan berobat bagi tiap penderita. tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan berobat pada pasien tuberkulosis paru dikota banda aceh tahun 2013. jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. populasi dalam penelitian ini adalah 34 orang, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dimana seluruh populasi dijadikan sampel. teknik pengumpulan data yaitu wawancara terpimpin dengan memberikan kuesioner tentang pengetahuan dan kepatuhan berobat sebanyak 27 item pertanyaan dalam bentuk skala guttman dan likert. metode analisis data dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan (pvalue =0,011), pekerjaan (p-value =0,049), pengetahuan (p-value =0,002), sosial ekonomi (p-value =0,026), dan jarak tempat tinggal (p-value =0,038) dengan kepatuhan berobat pasien tuberkulosis paru. disarankan kepada petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada pasien untuk mengontrol kesehatan kerumah sakit secara berkala untuk mencegah terjadinya komplikasi dari penyakitnya. kata kunci: tuberkulosis , paru, kepatuhan, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sosial ekonomi, jarak tempat tinggal daftar bacaan: 26 buku + 10 skripsi + 2 jurnal + 3 internet (1993-2012)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2013. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2013
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENYULUHAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DI POLIKLINIK DOTS BLUD RSUDZA BANDA ACEH (Pocut Slanga , 2015)