Gastroesophageal reflux disease (gerd) merupakan suatu keadaan berbaliknya (refluks) kandungan lambung ke esofagus melebihi jumlah normal dan menimbulkan berbagai keluhan. penurunan laju aliran saliva dan penurunan sekresi bikarbonat pada saliva tidak dapat dihindari sehingga pada penderita gerd terdapat gejala ekstraesophageal di rongga mulut berupa halitosis dan erosi gigi. pengunyahan parafin wax dan permen karet xylitol dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan laju saliva dan menetralisir asam pada penderita gerd. penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan laju aliran saliva antara pengunyahan parafin wax dengan permen karet xylitol pada pasien terindikasi gerd di rsudza banda aceh. penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional dan subjek sebanyak 17 orang. data dianalisis dengan pengujian statistik menggunakan uji wilcoxon. hasil penelitian ini didapatkan laju aliran saliva pengunyahan parafin wax paling banyak dalam kategori rendah (52,9%), sedangkan laju aliran saliva pengunyahan permen karet xylitol paling banyak dalam kategori normal (76,5%). data didapatkan p=0,001 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBEDAAN LAJU ALIRAN SALIVA TERSTIMULASI ANTARA PENGUNYAHANPARAFIN WAXDENGAN PERMEN KARET XYLITOL PADA PASIEN TERINDIKASI GERD DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : HUBUNGAN PENGUNYAHAN PERMEN KARET XYLITOL TERHADAP KECEPATAN ALIR SALIVA PADA MAHASISWA KEDOKTERAN GIGITAHUN AKADEMIK 2010 (Iman Rakhmadika, 2014)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA DERAJAT MEROKOK DAN KADAR NIKOTIN YANG TERLABEL PADA ROKOK DENGAN LAJU ALIRAN SALIVA DAN PH SALIVA PADA PRIA PEROKOK (MUTIARA RIZKI WARDANI SURBAKTI, 2016)