Pengaruh aktivitas parafungsi terhadap tanda dan gejala gangguan sendi temporomandibula masih belum jelas dan kontroversial. gangguan sendi temporomandibula (tmd) merupakan kondisi yang paling sering mempengaruhi sendi temporomandibula dan struktur yang terlibat. tanda klinis yang paling sering ditemukan adalah bunyi sendi temporomandibula. penelitian sebelumnya menunjukkan aktivitas parafungsi dapat meningkatkan risiko bunyi sendi temporomandibula. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara aktivitas parafungsi dengan bunyi sendi temporomandibula pada mahasiswa kedokteran gigi. penelitian ini adalah analitik cross sectional yang dilakukan di program studi kedokteran gigi universitas syiah kuala. subjek penelitian ini sebanyak 25 orang dengan rentang usia 19-22 tahun. teknik pengambilan subjek dengan menggunakan tehnik purposive sampling. peneliti membagikan kuesioner seleksi subjek dan kemudian melakukan pemeriksaan klinis. data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji fisher exact test. dari hasil penelitian tersebut diperoleh bahwa aktivitas parafungsi lebih dominan pada perempuan (76%) daripada laki-laki (24%). bunyi sendi temporomandibula yang paling banyak adalah bunyi kliking yaitu sebanyak 72%, krepitasi 8% dan yang tidak mengalami bunyi sendi 20%. berdasarkan hasil uji fisher tidak terdapat hubungan antara aktivitas parafungsi dengan bunyi sendi temporomandibula (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN AKTIVITAS PARAFUNGSI DENGAN BUNYI SENDI TEMPOROMANDIBULA PADA MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2009-2012. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : GAMBARAN AKTIVITAS PARAFUNGSI PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH (Rizki Handayani, 2015)