Penelitian ini bertujuan mengetahui diameter tubulus seminiferus, jumlah sel sertoli, dan sel leydig tikus putih (rattus norvegicus) diabetes melitus (dm) setelah pemberian dosis terapi ekstrak buah pare (momordica charantia l). penelitian ini mengikuti rancangan acak lengkap pola searah menggunakan 16 ekor tikus putih galur wistar jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok. kelompok k1 adalah kelompok kontrol, kelompok kii adalah tikus dm yang diinduksi 120 mg/kg bb aloksan secara intraperitoneal, kelompok kiii adalah tikus yang diberi ekstrak buah pare dosis 100 mg/kg bb, dan kelompok kiv adalah tikus dm yang diterapi dengan 100 mg/kg bb ekstrak buah pare. pemeriksaan diameter tubulus seminiferus, jumlah sel sertoli, dan sel leydig dilakukan setelah pemberian perlakuan selama 48 hari. data diameter tubulus seminiferus, jumlah sel sertoli, dan sel leydig yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan anova dan uji berganda duncan. dari hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata diameter tubulus seminiferus pada kelompok ki, kii, kiii, kiv berturut-turut adalah 273,85±11,32 µm; 200,10±11,17 µm; 244,35±24,55 µm; dan 235,60±13,96 µm; jumlah sel sertoli 11,25±1,59; 2,65±0,75; 11,25±1,65; dan 10,85±2,19; jumlah sel leydig 14,00±4,31; 3,50±1,01; 14,00±3,94; dan 13,55±0,77. hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah pare dosis 100 mg/kg bb selama 48 hari berpengaruh sangat nyata (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
DIAMETER TUBULUS SEMINIFERUS, JUMLAH SEL SERTOLI, DAN SEL LEYDIG TIKUS PUTIH DIABETES DAN DITERAPI DENGAN EKSTRAK BUAH PARE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PUTAT AIR (BARRINGTONIA RACEMOSA) TERHADAP HISTOMORFOMETRI TUBULUS SEMINIFERUS TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIPAPARKAN ASAP ROKOK (Lia Angelina Surbakti, 2021)