Nyeri haid merupakan masalah umum pada wanita dan mempengaruhi produktifitas hidup. sarapan merupakan pemasok utama energi harian. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dari kebiasaan sarapan terhadap intensitas nyeri haid. jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. sampel penelitian adalah mahasiswi pendidikan dokter angkatan 2012 dan diambil secara total sampling. nyeri haid diukur menggunakan visual analog scale (vas) dan kebiasaan sarapan menggunakan kuisioner model terbuka. besar sampel sebanyak 132 responden. hasil penelitian didapatkan kebiasaan sarapan dibagikan dalam tiga kelompok (kelompok 1, selalu sarapan setiap pagi, n= 24; sering n=28, kadang-kadang n=36; jarang n=41 dan tidak pernah n=3. intensitas nyeri haid diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan ( tidak mengalami nyeri haid n=15; nyeri ringan n=60; nyeri sedang n=35; nyeri berat n=17 dan nyeri tidak tertahankan n=5). kemudian, berdasarkan metode spearman bahwa terdapat korelasi nyata antara kebiasaan sarapan dan intensitas nyeri haid (p=0,023). jadi, adanya penurunan intensitas nyeri haid pada wanita dengan kebiasaan sarapan yang baik. kata kunci: kebiasaan sarapan, nyeri haid, vas
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH KEBIASAAN SARAPAN TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID PADA MAHASISWI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2012 UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN NYERI KEPALA SAAT MENSTRUASI PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Dolly Jazmi, 2015)