Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengidentifikasi staphylococcus aureus dari luka infeksi kucing lokal. penelitian dilakukan di laboratorium mikrobiologi fakultas kedokteran hewan, universitas syiah kuala banda aceh pada bulan februari-maret 2016. sampel yang digunakan berasal dari 10 ekor kucing yang mengalami luka infeksi, sampel diambil menggunakan swab steril, kemudian ditanam pada media nutrient broth (nb) diinkubasi biakan bakteri selama 24 jam kemudian pindahkan pada media mannitol salt agar (msa) yang diinkubasi selama 24 jam, selanjutnya identifikasi bakteri dengan pewarnaan gram, uji katalase, uji gula–gula (manitol dan glukosa), dan uji metil red-voges proskauer (mr-vp). hasil penelitian pada pewarnaan gram menunjukkan 8 sampel positif dengan karakteristik bakteri berbentuk kokus bewarna ungu. pada uji katalase 8 sampel menunjukkan hasil positif, pada uji gula–gula (manitol dan glukosa) menunjukkan 5 sampel positif, uji metil red-voges proskauer (mr-vp) menunjukkan dari 5 sampel, semua positif pada mr dan negatif pada vp. dapat disimpulkan dari hasil penelitian diketahui staphylococcus aureus dapat diisolasi dan diindetifikasi dari luka infeksi kucing lokal, dari 10 sampel penelitian dinyatakan 50% adalah staphylococcus aureus.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DARI LUKA INFEKSI KUCING LOKAL. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : POLA DAN SENSITIVITAS BAKTERI PENYEBAB INFEKSI LUKA OPERASI (ILO) DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Muhammad Sidiq, 2015)
Abstract
Baca Juga : IDENTIFIKASI DAN SENTIFITAS BAKTERI PENYEBAB INFEKSI PADA PASIEN LUKA BAKAR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Ayunda Medina, 2023)