Pemakaian pupuk cair dan air irigasi pada tanaman sayuran oleh masyarakat selama ini tidak terlalu efisien sehingga larutan yang diberikan tidak seragam dan unsur hara yang diterima tanaman juga tidak seragam. penerapan sistem fertigasi mikro dengan dosis nutrisi dan jumlah yang tepat akan meningkatkan produktivitas tanaman. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi sistem fertigasi mikro dan pengaruh pemberian pupuk organik cair dengan sistem fertigasi pada tanaman sawi serta untuk menganalisis kebutuhan air tanaman sawi. penelitian ini dilakukan di desa lambunot kecamatan simpang tiga aceh besar. alat dan bahan yang digunakan adalah soil moisture sensor type at210 global water, logger (gl-500) global water sebagai alat pengukur kadar air tanah, pipa paralon, timba, selang, penjepit infus, timbangan digital, benih sawi, pupuk organik cair, data klimatologi dan bahan lainnya yang diperlukan. metode penelitian ini merupakan eksperimen yang ditata dalam bentuk rancangan acak kelompok pola non faktorial. terdapat satu faktor percobaan yang dilihat pengaruhnya terhadap kondisi pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. faktor tersebut adalah pemberian pupuk organik cair sekaligus pengairan dengan konsentrasi pupuk yang berbeda. total kombinasi berjumlah 4 satuan percobaan dan 3 kelompok sehingga seluruhnya berjumlah 12 satuan percobaan. untuk kebutuhan air tanaman digunakan metode penman-monteith. adapun parameter tanaman sawi yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar sawi. hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua komponen pertumbuhan dan hasil tanaman sawi meningkat sesuai dengan banyaknya larutan pupuk yang diberikan, dimana nilai yang tertinggi terdapat pada perlakuan taraf fertigasi 6 ml/l air sedangkan terendah didapatkan pada perlakuan taraf fertigasi 2 ml/ l air. hasil uji f pada analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan fertigasi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman sawi pada umur 2, 3, dan 4 minggu setelah tanam (mst) dan jumlah daun pada umur 4 mst serta pada bobot segar sawi. namun perlakuan fertigasi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun pada umur 2 dan 3 mst. kebutuhan air tanaman sawi tidak terpenuhi, dimana besar kebutuhan air tanaman (etc) sawi lebih besar daripada jumlah air irigasi yang diberikan. besar nilai efisiensi pemakaian dan penyimpanan didapatkan rata-rata di bawah 90% tergolong kurang baik dan tidak seimbang.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS EFISIENSI SISTEM FERTIGASI MIKRO DAN KEBUTUHAN AIR TANAMAN PADA TANAMAN SAWI (BRASSSICA JUNCEA L). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) HIDROPONIK DENGAN MENGUNAKAN RAKIT APUNG (FLOATING RAFT HIDROPONIC) (Muhammad Isa, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH JARAK TANAM DAN JENIS PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL, TANAMAN SAWL (BRASSCA JUNCEA L,) (Sukirman, 2024)