Produksi pupuk di indonesia sangat terbatas dibandingkan dengan luas lahan pertanian sehingga harga pupuk semakin mahal.untuk mengatasi masalah ini maka perlu dilakukan pemanfaatan limbah pertanian untuk pembuatan pupuk organik yang dapat berfungsi sebagai alternatif pengganti pupuk anorganik. dalam hal ini yaitu pemanfaatan limbah ampas tahu dalam pembuatan bokasi. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. faktor i adalah proporsi ampas tahu terdiri empat taraf yaitu: a1 = 0%, a2 = 10%, a3 = 15%, a4 = 20%. faktor ii adalah penambahan tepung batu kapur (t) yang terdiri tiga taraf yaitu t1 = 0%, t2 = 2,5%, dan t3 = 5%. analisis yang dilakukan adalah: total mikroorganisme, ph, kadar unsur c, kadar unsur n, rasio c/n, temperatur, kadar air, organoleptik (tekstur, aroma dan warna), dan uji tanaman. hasil penelitian menunjukkan bahwa total mikroorganisme, unsur c, unsur n, organoleptik (tekstur,warna,aroma), rasio c/n dan uji tanaman meningkat dengan semakin banyaknya proporsi ampas tahu (a) pada bahan baku. nilai ph, unsur c, unsur n, rasio c/n, organoleptik (tekstur dan warna) bokasi serta tinggi tanaman juga meningkat dengan penambahan tepung batu kapur (t). interaksi proporsi ampas tahu dan penambahan tepung batu kapur (at) berpengaruh sangat nyata terhadap unsur c dan aroma bokasi serta tinggi tanaman. bokasi terbaik dihasilkan dari interaksi a4t3 (20% ampas tahu dan 5% tepung batu kapur) dengan tinggi tanaman jagung 71.50 cm yang ditanam selama 45 hari.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PROPORSI AMPAS TAHU DAN PENAMBAHAN TEPUNG BATU KAPUR DALAM PEMBUATAN BOKASI. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS TAHU DAN TEPUNG BERAS MERAH (ORYZA NIVARA) SERTA LAMA FERMENTASI TERHADAP MUTU CRACKERS (Ridwan, 2017)
Abstract
Baca Juga : PEMANFAATAN TEPUNG AMPAS TAHU DAN KARAGENAN PADA PEMBUATAN BAKSO JAMUR MERANG (VOLVARIELLA VOLVACEAE) (Lutfi Alvian, 2017)