Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan konsentrasi hormon progesteron dengan jumlah fetus dan perbedaan konsentrasi hormon progesteron pada periode kebuntingan yang berbeda. dalam penelitian ini digunakan 5 ekor kambing peranakan etawah (pe). seluruh kambing diinjeksi dengan 5,5 mg prostaglandin f2? (pgf2?, capriglandin) secara intramuskulus, 2 kali injeksi dengan interval 10 hari. kambing yang menunjukkan gejala estrus dikawinkan secara alami dengan pejantan. sampel darah diambil pada hari kebuntingan ke-7, 14, 21, dan 75. pengukuran konsentrasi progesteron dilakukan dengan metode enzyme linked immunosorbent assay (elisa). penentuan jumlah fetus dilakukan pada usia kebuntingan 35 hari menggunakan ultrasonografi (usg). dari 5 ekor kambing yang digunakan, diketahui 4 ekor mempunyai anak tunggal dan 1 ekor mempunyai anak dua. hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi hormon progesteron pada hari kebuntingan ke-7, 14, 21, dan 75 masing-masing adalah 5,21±3,38; 7,78±2,12; 11,97±3,39; 18,78±1,75 ng/ml pada kambing dengan jumlah fetus satu dan 8,44; 14,53; 16,81 dan 22,73 ng/ml pada kambing dengan jumlah fetus dua. hubungan (r) konsentrasi hormon progesteron dengan jumlah fetus kambing pe pada hari ke-7, 14, 21 dan 75 kebuntingan masing-masing dengan r= 0,442; 0,854; 0,592 dan 0,757. dapat disimpulkan bahwa estimasi jumlah anak berdasarkan konsentrasi hormon progesteron pada kambing pe sangat tepat dilakukan pada hari ke-14 kebuntingan karena mempunyai korelasi sangat kuat (r = 0,854).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN KONSENTRASI HORMON PROGESTERON DENGAN JUMLAH FETUS KAMBING PERANAKAN ETAWAH PADA PERIODE KEBUNTINGAN YANG BERBEDA. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2014
Baca Juga : GAMBARAN PERTUMBUHAN EMBRIO DAN FETUS KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) MENGGUNAKAN ULTRASONOGRAFI (USG) (FAUZIAH, 2016)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH SUHU DAN WAKTU STERILISASI TERHADAP KUALITAS SUSU KAMBING PERANAKAN ETAWAH (Yuda Safara, 2024)