Resin akrilik heat cured adalah campuran antara monomer metil metakrilat dan polimer metil metakrilat yang mengalami proses curing dengan pemanasan. proses polimerisasi tidak pernah terjadi dengan sempurna dan masih menghasilkan monomer sisa yang mengakibatkan reaksi iritasi, alergi dan inflamasi dalam rongga mulut. beberapa metode polimerisasi panas dapat meminimalkan jumlah monomer sisa. dokter gigi biasanya memilih curing tanpa tekanan untuk perebusan resin akrilik karena lebih ekonomis daripada microwave, tetapi di indonesia beberapa dokter gigi menggunakan curing dengan tekanan untuk perebusan resin akrilik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik curing dengan tekanan dan tanpa tekanan terhadap monomer sisa resin akrilik heat cured. penelitian ini menggunakan resin akrilik qc 20 dalam bentuk silinder dengan ukuran diameter 50±1 mm dan tebal 2±0,5 mm. jumlah spesimen sebanyak 10 spesimen yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 5 spesimen dicuring dengan tekanan dan 5 spesimen dicuring tanpa tekanan. pengukuran monomer sisa menggunakan gas kromatografi dengan jenis detektor flame ionization detector (fid). analisis statistik data penelitian ini menggunakan uji t-test independent. hasil uji t-test independent menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0.05) antara teknik curing dengan tekanan dan tanpa tekanan. dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh curing dengan tekanan dan tanpa tekanan terhadap monomer sisa resin akrilik heat cured.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH TEKNIK CURING DENGAN TEKANAN DAN TANPA TEKANAN TERHADAP MONOMER SISA RESIN AKRILIK HEAT CURED. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PENGARUH DURASI PERENDAMAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DALAMRNAKUADES TERHADAP PELEPASAN MONOMER SISA (Fazliyanda Maria Haridhi, 2023)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PENGGODOKAN TERHADAP MONOMER SISA PADA ELEMEN GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK (Anna Fitria Rossa, 2016)