Bblr adalah bayi baru lahir dengan berat kurang dari 2500 gram yang merupakan salah satu gangguan selama periode perinatal sebagai penyebab kematian bayi terbanyak di dunia. untuk mencegah hal ini dibutuhkan upaya untuk mengawasi pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta kondisi ibu hamil sejak awal kehamilan. salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan antenatal. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah pemeriksaan anc dengan kejadian bblr pada bayi aterm di rsudza banda aceh. penelitian observasional analitik ini menggunakan rancangan cross sectional. pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling sejak 1 oktober hingga 30 november 2015 di ruang nicu rsudza banda aceh yang berjumlah 33 responden. data didapatkan dari buku register dan melalui wawancara dengan ibu menggunakan ceklis data penelitian. mayoritas responden berada pada kelompok usia 31-35 tahun (48,5%), kelompok multiparitas (69,7%), dan kelompok persalinan spontan (75,8%). responden dengan cakupan anc ? 4 kali dan memiliki berat bayi lahir ? 2500 gram adalah sebesar 42,4% sedangkan ibu dengan cakupan anc < 4 kali dan memiliki berat bayi lahir < 2500 gram adalah sebesar 12,1%. analisis data menggunakan uji fisher’s exact test dengan hasil menunjukkan nilai p = 0,463. dari hasil ini disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jumlah pemeriksaan anc dengan kejadian bblr pada bayi aterm.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN JUMLAH PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH PADA BAYI ATERM DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : HUBUNGAN PRIMIGRAVIDA USIA MUDA DENGAN INSIDENSI BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSIA BANDA ACEH (Achcia Thema Maliny, 2016)