Tingkat kepatuhan pasien asma persisten terhadap pengobatan rutin asma masih rendah sehingga mengakibatkan asma yang tidak terkontrol yang menyebabkan konsekuensi klinis seperti eksaserbasi asma dan penurunan kualitas hidup pasien. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan asma berdasarkan mmas-8 dengan kualitas hidup pada pasien asma persisten di poliklinik paru rsudza banda aceh. penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross-sectional. subjek penelitian terdiri dari 59 pasien asma persisten yang diperoleh dengan teknik purposive sampling terhitung dari 18 september sampai dengan 4 november 2015. penilaian kepatuhan pengobatan asma dengan menggunakan morisky medication adherence scales 8 (mmas-8) dan kualitas hidup dinilai dengan asthma quality of life questionnaire standard (aqlq(s)). hasil analisis data menggunakan uji statistik spearman (confident interval 95%; ? = 0,05) didapatkan p = 0,000 (p < ?) dan r = 0,580, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan asma dengan kualitas hidup, dengan kekuatan korelasi sedang. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kepatuhan pengobatan asma berdasarkan mmas-8 dengan kualitas hidup pada pasien asma persisten di poliklinik paru rsudza banda aceh. semakin tinggi tingkat kepatuhan pengobatan asma maka semakin baik kualitas hidup pasien. kata kunci: asma persisten, kepatuhan pengobatan, kualitas hidup, mmas-8, aqlq(s)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN KEPATUHAN PENGOBATAN ASMA BERDASARKAN MMAS-8 DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN ASMA PERSISTEN DI POLIKLINIK PARU RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : KARAKTERISTIK ASMA, KEPATUHAN PENGGUNAAN INHALER BERBASIS STEROID DAN ASTHMA CONTROL TEST PADA PASIEN ASMA DI POLIKLINIK PARU RUMAH SAKIT TINGKAT II ISKANDAR MUDA (Rizkha Aidira Aprilia, 2025)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN TINGKAT KONTROL ASMA PADA PENDERITA ASMA DI POLIKLINIK PARU RSUDZA BANDA ACEH (FADLY HARIZULHAKIM, 2017)