Pengaruh pemberian kunyit dan jahe terhadap tingkat nyeri pada pasien fraktur yang berobat di dukun patah kecamatan jeumpa kabupaten bireuen oleh: nanda fitria nim: 1209200180001 komisi pembimbing: dr. dra.kartini abdullah, m.s.apt dr.dr.endang mutiawati r,sp.s abstrak tulang merupakan kerangka kerja tubuh manusia dan fraktur (patah tulang) dapat terjadi pada tulang manapun yang membentuk tubuh. suatu fraktur dapat menimbulkan nyeri yang ekstrim atau ringan pada area yang cedera, pembengkakan, tonjolan tulang atau darah di bawah kulit, mati rasa, kesemutan atau paralisis pada bagian di bawah fraktur. walaupun obat-obat nonsteroid efektif untuk menghilangkan nyeri, obat-obat herbal dan suplemen diet bisa memberikan alternatif pengobatan untuk menghilangkan nyeri yang lebih aman. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari kunyit dan jahe terhadap tingkat nyeri sebelum dan sesudah penggunaan kunyit dan jahe pada pasien fraktur yang berobat pada dukun patah tulang di kecamatan jeumpa kabupaten bireuen. penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental-semu (quasi-eksperimental research). rancangan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design, dalam rancangan ini digunakan satu kelompok subjek sejumlah 48 orang responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. berdasarkan hasil uji normalitas data, didapatkan hasil p value=0.000
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN KUNYIT DAN JAHE TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN FRAKTUR YANG BEROBAT DI DUKUN PATAH KECAMATAN JEUMPA KABUPATEN BIREUEN. Banda Aceh Prog. Megister Keperawatan,2015
Baca Juga : EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DI RUANG RAWAT INAP BEDAH JEUMPA IV BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2013 (irmaida, 2013)
Abstract
Baca Juga : KARAKTERISTIK NYERI PADA PASIEN DENGAN NYERI CAMPURAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN (RSUDZA) BANDA ACEH (OKTAVIA WIDYASARI H, 2018)