Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
RAFDIAN PUTRI, FAKTOR PENYEBAB GIZI BURUK PADA ANAK BALITA DI KECAMATAN BANDA SAKTI LHOKSEUMAWE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016

Kata kunci : faktor penyebab , gizi buruk, anak balita permasalahan dalam penelitian ini menyangkut tentang gizi buruk pada anak balita dengan judul penelitian faktor penyebab gizi buruk pada anak balita di kecamatan banda sakti lhokseumawe. keadaan gizi yang baik merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak balita. adapun tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya gizi buruk pada anak balita. (2) untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh ibu anak balita dalam menangani anak balita yang mengalami gizi buruk di kecamatan banda sakti kota lhokseumawe. sampel penelitian seluruh ibu anak balita yang mengalami gizi buruk, yang berdomisili di kecamatan banda sakti yang berjumlah 12 orang. seluruh ibu balita dijadikan dalam sampel peneltian ini (total sampling). metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab gizi buruk pada anak balita terdiri atas dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksterrnal. faktor internal meliputi berat badan waktu lahir yang tidak mencukupi atau berat badan lahir rendah (bblr). dari 12 responden lainnya hanya 1 responden yang mengalami berat badan lahir rendah (bblr). masalah kesehatan seperti diare, susah bernafas saat tidur, flu batuk dan lemas. yang tidak sehat diantara 12 responden yang memiliki masalah kesehatan diare hanya 3 orang, 1 responden lainnya susah bernapas pada saat tidur, 1 responden lainnya mengalami flu batuk, dan 3 responden lainnya yang lemas. seluruh responden tidak menyiapkan makanan khusus untuk anak balita. faktor eksternal adalah pendidikan dan pengetahuan ibu yang kurang sehingga dalam hal menyiapkan makanan untuk anak balita keseluruhan responden tidak melakukan penyusunan menu dalam rumah tangga mereka, makanan yang bervariasi, serta pantangan makanan pada anak balita tidak dilakukan hanya 1 responden yang melakukannya dari 12 responden lainnya. penghasilan orang tua yang rendah tidak dapat memenuhi kebutuhan makan yang bergizi untuk anaknya. pola makan yang disajikan berpola 1 sampai pola 3. upaya yang dilakukan oleh ibu untuk anak balita yang penderita gizi buruk ibu membawa anak rutin keposyandu, memberi makan makanan yang berigizi, dan tidak membiarkan anak jajan jajanan diluar. disarankan untuk membawa anak balitanya secara rutin ke posyandu yang dilakukan setiap bulannya.



Abstract



    SERVICES DESK