Kualitas kopi arabika yang merupakan salah satu varietas yang paling disukai oleh para penggemar minuman kopi, di pengaruhi oleh beberapa faktor, terutama penanganan panen dan pascapanen. secara umum proses panen dan pascapanen kopi arabika di dataran tinggi gayo dilakukan oleh petani, mulai dari panen buah merah, penggilingan buah merah, fermentasi, pencucian, pengeringan gabah, dan penggilingan gabah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kopi arabika gayo ditingkat petani pada beberapa lokasi dengan ketinggian tempat yang berbeda di kabupaten aceh tengah. ketinggian tempat yang diambil adalah 1000 m dpl, 1200 m dpl dan 1400 m dpl. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan buah merah yang di panen para petani dari semua desa yang diteliti dominan berwarna merah (rata-rata 74,14%), buah berwarna hijau yang ikut di panen oleh petani adalah rata-rata 3,34%, warna kuning sebesar 19,84% dan berwarna merah kehitaman sebesar 2,26%. kualitas kopi (cup test) dari ketinggian 1000 m dpl rata-rata mendapatkan nilai total sebesar 80,5 sedangkan yang dari ketinggian 1200 m dpl mendapat skor 82 dan yang dari ketinggian 1400 m dpl sebesar 66,5. kopi dari sebagian desa yang diteliti (56%) mendapat skor rata-rata dibawah angka 80. hal ini terjadi karena penanganan panen dan pascapanen yang tidak benar. kata kunci : kopi, panen, paska panen, cup test
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
SURVEY KUALITAS BIJI KOPI ARABIKA GAYO DI TINGKAT PETANI DI KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PENGARUH BEBERAPA JENIS METODE PENGOLAHAN TERHADAP KUALITAS FISIKOKIMIA GREEN BEAN KOPI ARABIKA GAYO (Septi Andini, 2024)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KADAR AIR GABAH KOPI ARABIKA SEBELUM HULLING PADA BEBERAPA KILANG KOPI DI KETINGGIAN TEMPAT YANG BERBEDA DI KABUPATEN ACEH TENGAH (KENDY WIRAYUDHA, 2025)