Kopi arabika (coffea arabica) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang terdapat di indonesia. pada umumnya petani kopi hanya memanfaatkan biji kopi untuk diolah menjadi produk minuman dan makanan. hasil samping berupa limbah proses pengolahan kopi belum termanfaatkan secara maksimal. pada pulp kopi terkandung senyawa pektin yang dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan, obat-obatan dan kosmetika. perlakuan suhu dan waktu pada proses ekstraksi pektin dari limbah padat (pulp) kopi yang diuji pada suhu 800c dan 900c serta lama ekstraksi 90 menit dan 120 menit dengan 3 kali perulangan menggunakan medium pengekstrak amonium oksalat. perubahan suhu pada proses ekstraksi berpengaruh nyata terhadap rendemen pektin 32,43% diperoleh dari perlakuan suhu ekstraksi 900c selama 90 menit, kadar air 7,24%, kadar abu 0,93%, berat ekivalen 642,11 mg, kadar metoksil 6,61%, kadar asam galakturonat 65,00% dan derajat esterifikasi 57,69%. berdasarkan karakteristik yang telah diuji, pektin kulit kopi yang dihasilkan telah memenuhi standar ippa (international pectin producers association, 2001).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EKSTRAKSI PEKTIN DARI LIMBAH PADAT (PULP) KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) MELALUI OPTIMASI SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2016
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK DAUN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) GAYO TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS ISOLAT PLAKRNANAK S-ECC (FRITA MAIZA SABRINA, 2025)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH VARIASI SUHU DAN LAMA PENYANGRAIAN KOPI ARABIKA GAYO TERHADAP MUTU SENSORI KOPI ESPRESSO (Sabariana, 2018)