Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Sitta Safwani, SINTESIS PLASTIK BIODEGRADABLE DARI TAPIOKA DENGAN VARIASI PERLAKUAN N-ISOPROPILAKRILAMID DAN KHITOSAN MENGGUNAKAN GLISEROL SEBAGAI PLASTICIZER. Banda Aceh Prog. Studi Magister Teknik Kimia,2015

Salah satu polimer alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam proses sintesis plastik biodegradable adalah tapioka dan khitosan. penambahan senyawa lain seperti gliserol sebagai plasticizer dilakukan untuk memperbaiki karakteristik plastik yang dihasilkan. n-isopropilakrilamid (nipam) merupakan senyawa organik yang dapat disintesis menjadi polimer atau grafting polimer yang juga bersifat biodegradable. oleh karena itu telah dilakukan penelitian yangbertujuan untuk mempelajari sintesis plastik biodegradable dari tapioka dengan penambahan khitosan, nipam, poly(nipam) dan grafting khitosan-poly(nipam) serta menganalisis karakteristik plastik biodegradable yang dihasilkan. penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu (1) polimerisasi nipam, (2) grafting khitosan-polynipam dan (3) sintesis plastik biodegradable dari campuran pati dengan melakukan variasi penambahan khitosan, nipam, poly(nipam), khitosan-graft-poly(nipam) dan variasi gliserol sebagai plasticizer. hasil yang diperoleh berupa lembaran tipis plastik yang dianalisis karakteristik gugus fungsi, kristalinitas, mekanik, swelling capacity, termal, morfologi dan biodegradabilitasnya. spektrum ftir menunjukkan terjadinya proses grafting dengan terbentuknya gugus baru c-o tunggal pada gelombang 850 cm-1. plastik biodegradable mengandung banyak sisi kristalin ditunjukkan oleh difraksi sinar x pada xrd. plastik dengan penambahan nipam dan 1% gliserol memilki nilai kuat tarik tertinggi yaitu 31,1 mpa. plastik dengan poly(nipam) dan 4% gliserol menghasilkan elongasi tertinggi sebesar 153,72%. plastik dengan khitosan-graft-poly(nipam) memiliki nilai swelling capacity tertinggi yaitu sebesar 240%, memiliki daya tahan terhadap degradasi termal tertinggi yaitu 390 ocdan dengan 1% gliserol memiliki biodegradasi yang paling lama karena mengalami kehilangan massa yang paling kecil selama 6 minggu yaitu sebesar 6,6 %.



Abstract



    SERVICES DESK