Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas pelarut metanol pro analysis (p.a.), etanol p.a., dan alkohol (isopropanol) sebagai pelarut ekstraksi sekaligus bahan pengawet sampel feses untuk mengukur metabolit progesteron orangutan sumatera (pongo abelii). sampel feses dikoleksi sebanyak 10 kali dalam waktu satu bulan dari satu ekor orangutan sumatera betina dewasa di taman marga satwa kinantan bukittinggi. pada penelitian ini dilakukan preservasi sampel feses di dalam pelarut ekstraksi dengan konsentrasi berbeda, yaitu: alkohol 70%, 80%, 90%; etanol 70%, 80%, 90%; dan metanol 80%. efektivitas masing-masing pelarut tersebut dibuktikan dengan mengukur konsentrasi metabolit progesteron dengan metode enzyme linked immunosorbent assay (elisa). hasil penelitian adalah konsentrasi seluruh pelarut ekstraksi secara statistik tidak berbeda nyata terhadap nilai konsentrasi metabolit progesteron yang diukur (p>0,05). khusus untuk alkohol (isopropanol), pelarut tersebut dapat digunakan sebagai pelarut ekstraksi sampel feses alternatif yang efektif digunakan di lapangan. kesimpulan, semua pelarut ekstraksi yang diuji dapat digunakan dalam pengkuran konsentrasi metabolit hormon progesteron dalam feses orangutan sumatera.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBANDINGAN PELARUT EKSTRAKSI SAMPEL FESES UNTUK PENGUKURAN METABOLIT PROGESTERON PADA ORANGUTAN SUMATERA(PONGO ABELII). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2015
Baca Juga : PENGUKURAN HORMON PROGESTERON SECARA NON INVASIF PADA ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII) BETINA DI PENANGKARAN (RENCY AMRILANI, 2018)