Abstrak sofia (2026). legenda nama gampong berunsur flora di kabupaten nagan raya. [skripsi. universitas syiah kuala].di bawah bimbingan prof. dr. mohd. harun, m.pd. dan dr. dra rostina taib, m.hum. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan legenda penamaan gampong-gampong berunsur flora serta hubungan unsur flora tersebut dengan kehidupan masyarakat di kabupaten nagan raya. legenda nama gampong merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. sumber data penelitian diperoleh langsung dari informan yang mengetahui legenda penamaan gampong berunsur flora di kabupaten nagan raya. data penelitian berupa cerita atau legenda lisan mengenai asal-usul penamaan gampong yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu sehingga diperoleh data yang sesuai dengan tujuan penelitian. teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan legenda nama gampong berunsur flora yang tersebar di tiga kecamatan di kabupaten nagan raya, yaitu gampong drien tujoh, alue rambot, alue geutah, alue kuyun, pulo kruet, cot me, alue siron, dan alue labu. penamaan gampong-gampong tersebut didasarkan pada keberadaan tumbuhan yang menjadi ciri khas wilayah pada masa lampau. selain sebagai penanda geografis, unsur flora dalam legenda tersebut memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan masyarakat, meliputi dimensi kuliner, kesehatan, ekonomi, material bangunan, serta perlindungan dan ketahanan hidup. legenda-legenda tersebut menunjukkan bahwa tumbuhan tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur, identitas budaya, serta hubungan harmonis antara masyarakat dengan lingkungan alamnya. oleh karena itu, legenda nama gampong berunsur flora perlu dilestarikan sebagai warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal bagi generasi mendatang. kata kunci: legenda, nama gampong, flora, kabupaten nagan raya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
LEGENDA NAMA GAMPONG BERUNSUR FLORA DI KABUPATEN NAGAN RAYA. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,2026
Baca Juga : JENIS DAN FUNGSI LEGENDA DI KECAMATAN PANTON REU KABUPATEN ACEH BARAT (Linda Yusandi, 2017)
Abstract
ABSTRACT Sofia. (2026). The Legend of Gampong Names Involving Flora Elements in Nagan Raya Regency. [Undergraduate Thesis. Universitas Syiah Kuala]. Under the supervision of Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd. and Dr. Dra. Rostina Taib, M.Hum. This study aims to describe the legends behind the naming of gampongs (villages) containing flora elements and the relationship between these flora elements and the lives of the people in Nagan Raya Regency. The legends of gampong names are a form of oral literature that has been passed down from generation to generation and has become part of the community's cultural identity. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. The research data were obtained directly from informants who possessed knowledge of the legends behind the naming of gampongs containing flora elements in Nagan Raya Regency. The data consisted of oral narratives concerning the origins of gampong names, collected through observation, interviews, and documentation. The informants were selected using a purposive sampling technique based on predetermined criteria to obtain data relevant to the objectives of the study. The data were analyzed through three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study revealed that there are eight legends of gampong names containing flora elements distributed across three districts in Nagan Raya Regency, namely Drien Tujoh, Alue Rambot, Alue Geutah, Alue Kuyun, Pulo Kruet, Cot Me, Alue Siron, and Alue Labu. The naming of these gampongs is based on the presence of plants that characterized the areas in the past. In addition to functioning as geographical markers, the flora elements found in these legends are closely related to the lives of the local community, encompassing culinary, health, economic, building material, and protection and survival dimensions. These legends demonstrate that plants were not only utilized to fulfill the community's daily needs but also served as symbols of gratitude, cultural identity, and the harmonious relationship between the community and the natural environment. Therefore, the legends of gampong names containing flora elements should be preserved as part of the cultural heritage that embodies historical, cultural, and local wisdom values for future generations. Keywords: legend, gampong names, flora, Nagan Raya Regency
Baca Juga : ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SUB SEKTOR PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH (Muji burrahmat, 2018)