Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
NORIS TASYFINA, ETIKA SOSIAL ANAK USIA REMAJA PENGGUNA GAME ONLINE DI GAMPONG LAMPANAH KECAMATAN INDRAPURI. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,2026

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan penggunaan game online di kalangan remaja. fenomena ini menarik perhatian karena penggunaan game online berkaitan dengan etika sosial remaja dalam kehidupan sehari-hari. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etika sosial remaja pengguna game online serta bentuk kontrol sosial yang dilakukan oleh masyarakat terhadap penggunaan game online oleh remaja di gampong lampanah, kecamatan indrapuri, kabupaten aceh besar. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. subjek penelitian terdiri atas 14 orang, yaitu 10 orang tua remaja pengguna game online dan 4 tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model miles dan huberman, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa etika sosial remaja pengguna game online di gampong lampanah mengalami pergeseran dalam penerapan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. pergeseran tersebut ditandai dengan berkurangnya inisiatif sebagian remaja dalam melaksanakan kewajiban di rumah, kurang responsif ketika dipanggil orang tua saat bermain game online, menurunnya inisiatif dalam belajar, berkurangnya partisipasi dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta mulai munculnya penggunaan bahasa yang kurang sopan ketika bermain game online. nilai-nilai etika sosial yang menjadi pedoman masyarakat gampong lampanah meliputi sikap menghormati orang yang lebih tua, mematuhi norma, adat istiadat, dan aturan yang berlaku, serta melaksanakan kewajiban sosial dan keagamaan. nilai-nilai tersebut masih dipertahankan, meskipun pada sebagian remaja pelaksanaanya masih memerlukan arahan dan pengawasan. bentuk kontrol sosial masyarakat dilakukan melalui pendekatan informal dan preventif berupa pemberian nasihat, teguran, pengawasan, serta pembatasan waktu bermain game. pelaksanaan kontrol sosial tersebut belum berjalan secara optimal sehingga diperlukan kerja sama yang lebih kuat antara keluarga dan tokoh masyarakat. upaya yang diperlukan meliputi peningkatan pengawasan dan pembinaan oleh orang tua dan masyarakat serta kemampuan remaja dalam mengatur waktu bermain game online. penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih mendalam mengenai kontrol diri, pengaturan waktu bermain, serta peran orang tua dan masyarakat dalam membentuk etika sosial remaja. kata kunci: etika sosial, penggunaan game online, remaja, kontrol sosial



Abstract

The development of information technology has increased the use of online games among adolescents. This phenomenon has attracted attention because the use of online game is associated with adolescents' social ethics in their daily lives. This study aims to describe the social ethics of adolescent who play online games and the forms of social control exercised by the community regarding adolescents’ use of online games in Gampong Lampanah, Indrapuri District, Aceh Besar Regency. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of 14 participants, including 10 parents of adolescent online game users and 4 community leaders selected using a purposive sampling technique. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the social ethics of adolescents who play online games in Gampong Lampanah have experienced a shift in the implementation of the sosial values upheld by the community. This shift is reflected in the decreased initiative of some adolescents in carrying out household responsibilities, reduced responsiviness when called by their parents while playing online games, declining initiative in learning, reduced participation in social and religious activities, and the emergence of impolite language while playing online games. The social ethical values upheld by the community of Gampong Lampanah include respecting older people, complying with social norms, customs, and prevailing regulations, as well as fulfilling social and religious responsibilities. These values are still maintained, although some adolescents still require guidance and supervision in their implementation. Social control is carried out through informal and preventive approaches, including advice, reprimands, supervision, and restrictions on gaming time. However, the implementation of social control has not yet been optimal, indicating the need for stronger cooperation between families and community leaders. The efforts needed include improving parental and community supervision and guidance, as well as adolescents’ ability to manage their online gaming time. Future researchers may further examine self-control, game time management, and the role of parents and the community in shaping the social ethics of adolescents. Keywords: Social Ethics, Online Game, Adolescents, Social Control



    SERVICES DESK