Abstrak abstrak tesis diserahkan kepada panitia komisi-ujian untuk mendapatkan gelar magister akuntansi pada fakultas-ekonomi dan bisnis universitas syiah kuala. pengujian fraud hexagon model pada fraudulent financial reporting dengan moderasi maturitas sistem pengendalian intern pemerintah (spip) pada pemerintah daerah di sumatera oleh : nabila putri alfian 2401203010028 konsentrasi: akuntansi pembimbing pertama : dr. riha dedi priantana, s.e., m.si., ak., ca., cma., asean cpa pembimbing kedua : dr. rita meutia, s.e.ak., m.si fraudulent financial reporting (ffr) masih menjadi isu penting dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah karena dapat mengancam akuntabilitas dan kepercayaan publik. penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pengaruh dimensi-dimensi dalam fraud hexagon terhadap ffr serta menguji peran maturitas sistem pengendalian intern pemerintah (spip) sebagai variabel moderasi pada pemerintah daerah di pulau sumatra. penelitian menggunakan .pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan memanfaatkan data panel yang diperoleh dari 112 pemerintah kabupaten/kota selama periode 2022-2024. analisis data dilakukan dengan menerapkan regresi data panel dan moderated regression analysis (mra). hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel pressure, opportunity, rationalization, dan collusion memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ffr, sedangkan capability dan arrogance tidak terbukti berpengaruh secara signifikan. kesempatan dan rasionalisasi meningkatkan kemungkinan terjadinya ffr, sementara tekanan dan kolusi berhubungan dengan tingkat ffr yang lebih rendah. maturitas spip terbukti hanya memoderasi hubungan antara tekanan dan ffr serta tidak memoderasi pengaruh dimensi fraud hexagon lainnya. temuan ini menunjukkan bahwa-pencegahan-fraud memerlukan -hanya mekanisme pengendalian-internal yang formal, tetapi juga pengawasan yang efektif dan integritas organisasi. penelitian ini memberikan kontribusi empiris mengenai peran moderasi maturitas spip dalam hubungan antara faktor-faktor fraud hexagon dan ffr pada pemerintah-daerah di indonesia. kata kunci: fraud hexagon; pelaporan keuangan curang; kematangan spip; pemerintah daerah; pengendalian internal.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGUJIAN FRAUD HEXAGON MODEL PADA FRAUDULENT FINANCIAL REPORTING DENGAN MODERASI MATURITAS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP) PADA PEMERINTAH DAERAH DI SUMATERA. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis,2026
Baca Juga : PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PELAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH (STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SYIAH KUALA) (m. chalis, 2016)
Abstract
ABSTRACT Abstract of Final Paper submitted to the Examination Committee in partial fulfilment of the requirements for the degree of Master of Akuntansi at Economis and Business Faculty of Syiah Kuala University. EXAMINING THE FRAUD HEXAGON MODEL IN-FRAUDULENT FINANCIAL-REPORTING: THE-MODERATING-ROLE-OF GOVERNMENT INTERNAL CONTROL SYSTEM (SPIP) MATURITY IN LOCAL-GOVERNMENTS ACROSS SUMATRA By: Nabila Putri Alfian 2401203010028 Supervisors : Dr. Riha Dedi Priantana, S.E., M.Si., Ak., CA., CMA., Asean CPA Co-Supervisors : Dr. Rita Meutia, S.E.Ak., M.Si Fraudulent Financial Reporting (FFR) remains one of the major challenges in local government financial management because it can undermine accountability and reduce public confidence in government institutions. This study aims to examine the influence of the Fraud Hexagon dimensions on FFR and evaluate the moderating role of Government Internal. Control System (SPIP) maturity in local governments across Sumatra. The study employed a quantitative explanatory research design using panel data from 112 district and municipal governments during the 2022-2024 period. The data were analyzed using panel data regression and Moderated Regression Analysis (MRA). The findings reveal that pressure, opportunity, rationalization, and collusion significantly affect FFR, whereas capability and arrogance do not have significant effects. Opportunity and rationalization increase the likelihood of FFR, while pressure and collusion are associated with lower levels of FFR. SPIP maturity is .found to moderate only the relationship between .pressure and FFR and does not significantly moderate the effects of the other Fraud Hexagon dimensions. These results indicate that strengthening fraud prevention requires not only formal internal control mechanisms but also effective oversight and organizational integrity. This study enriches the existing literature by offering empirical evidence regarding the moderating effect of SPIP maturity on the relationship between Fraud Hexagon factors and FFR within Indonesian local governments. Keywords: Fraud Hexagon; Fraudulent Financial Reporting; SPIP Maturity; Local Government; Internal Control.