Perilaku cyberloafing, yaitu penggunaan internet untuk keperluan pribadi yang tidak berkaitan dengan kegiatan akademik selama proses pembelajaran berlangsung, menjadi fenomena yang semakin umum di kalangan mahasiswa seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. perilaku ini berpotensi mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas belajar, dan berdampak pada capaian akademik mahasiswa apabila tidak dikendalikan. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku cyberloafing yang paling dominan pada mahasiswa universitas syiah kuala. penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan instrumen yang diadaptasi dari scale of cyberloafing in educational settings (sces) yang dikembangkan oleh saritepeci dan sert (2021), terdiri dari 34 item valid yang mengukur tiga skala, yaitu social purpose cyberloafing, academic purpose cyberloafing, dan gaming purpose cyberloafing. sampel penelitian berjumlah 395 mahasiswa aktif dari 12 fakultas di universitas syiah kuala yang dipilih menggunakan teknik proportionate quota sampling. berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa (1) bentuk cyberloafing paling dominan secara proporsional adalah academic purpose cyberloafing (m/k=2,581), diikuti social purpose (m/k = 2,307) dan gaming purpose (m/k =1,572), dengan perilaku paling dominan secara spesifik adalah penggunaan alat kecerdasan buatan (ai) di luar konteks perkuliahan (2) tingkat cyberloafing mahasiswa universitas syiah kuala secara keseluruhan tergolong rendah (73,7%), sebagian kecil sedang (26,3%), dan tidak ada yang termasuk kategori tinggi. pola serupa ditemukan pada seluruh kelompok demografis, kategori laki-laki (72,1%) dan perempuan (74,4%) tidak menunjukkan perbedaan berarti, angkatan 2022 mencatatkan rata-rata tertinggi dengan proporsi sedang terbesar (34,2%), serta feb dan fisip menunjukkan proporsi kategori sedang tertinggi di antara seluruh fakultas (38,6% dan 37,5%). hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi konselor dan institusi dalam merancang program bimbingan dan konseling yang berfokus pada literasi digital, manajemen teknologi, dan etika penggunaan kecerdasan buatan dalam konteks akademik. kata kunci: identifikasi, cyberloafing, bentuk perilaku, mahasiswa
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IDENTIFIKASI BENTUK PERILAKU CYBERLOAFING PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA. Banda Aceh Fakultas KIP Bimbingan dan Konseling,2026
Baca Juga : HUBUNGAN REGULASI EMOSI DAN PERILAKU CYBERLOAFING PADA MAHASISWA (Putri Nadila Fahmi, 2023)
Abstract
Cyberloafing, the use of the internet for personal purposes unrelated to academic activities during the learning process, has become an increasingly common phenomenon among students due to the rapid development of digital technology. This behavior has the potential to disrupt concentration, reduce learning productivity, and impact students' academic achievement if left unchecked. This study aims to identify the most dominant forms of cyberloafing behavior among students at Syiah Kuala University. This study used descriptive quantitative analysis with an instrument adapted from the Scale of Cyberloafing in Educational Settings (SCES) developed by Saritepeci and Sert (2021), consisting of 34 valid items measuring three scales: social purpose cyberloafing, academic purpose cyberloafing, and gaming purpose cyberloafing. The study sample consisted of 395 active students from 12 faculties at Syiah Kuala University, selected using proportionate quota sampling. Based on the research results, it is known that (1) the most dominant form of cyberloafing proportionally is academic purpose cyberloafing (M/k = 2.581), followed by social purpose (M/k =2.307) and gaming purpose (M/k = 1.572), with the most dominant behavior specifically being the use of artificial intelligence (AI) tools outside the lecture context (2) the overall level of cyberloafing of Syiah Kuala University students is low(73.7%), a small portion is moderate (26.3%), and none are in the high category. a similar pattern was found in all demographic groups, the male (72.1%) and female(74.4%) categories did not show significant diferences, the class of 2022 recorded the highest average with the largest moderate proportion (34.2%), and FEB and FISIP showed the highest moderate category proportion among all faculties (38.6% and 37.5%). The results of this study are expected to be a reference for counselors and institutions in designing guidance and counseling programs that focus on digital literacy, technology management, and the ethics of using artificial intelligence in academic contexts. Keywords: Identification, Cyberloafing, Forms of Behavior, Students
Baca Juga : PERUBAHAN PERILAKU BELAJAR MAHASISWA BIDIKMISI TAHUN 2012-2014 DI FISIP UNSYIAH (Sri Widari, 2018)