Anime yang merupakan bagian dari budaya populer tidak hanya memiliki fungsi sebagai media hiburan, namun juga dapat merepresentasikan fenomena sosial yang terjadi dalam dunia nyata seperti konflik intrapersonal. tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana konflik intrapersonal karakter uchiha sasuke direpresentasikan dalam anime naruto shippuden. penelitian ini menggunakan teori semiotika roland barthes, yang mana penelitian ini menelaah tanda visual dan naratif berdasarkan tiga tataran maknanya, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis teks (semiotika). unit analisis difokuskan pada tujuh adegan (scene) signifikan yang mencerminkan konflik intrapersonal uchiha sasuke pada beberapa episode tertentu. hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi konflik intrapersonal uchiha sasuke terbagi dalam tiga pengelompokan, yakni; (1) disintegrasi keyakinan diri yang dipicu oleh penolakan terhadap kenyataan dan adanya indikasi keraguan terhadap diri sendiri; (2) pengabaian nilai dan moralitas dalam kehidupan bermasyarakat sebagai mekanisme pertahanan diri dan pelarian dari masa lalu yang kelam; serta (3) pertimbangan keputusan yang mendalam melalui dialog intrapersonal dan pencarian kebenaran melalui perspektif yang berbeda. secara mitologis, narasi tersebut membangun anggapan yang berkembang dalam masyarakat bahwa tindakan mengisolasi diri dari tatanan sosial dan siklus kebencian sering kali dianggap sebagai bentuk dari mekanisme pertahanan diri yang ekstrem terhadap tekanan psikologis, sekaligus memperlihatkan bagaimana media audio-visual dapat merepresentasikan konflik intrapersonal dalam konteks budaya populer. kata kunci: representasi, konflik intrapersonal, anime, semiotika roland barthes
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
REPRESENTASI KONFLIK INTRAPERSONAL KARAKTER UCHIHA SASUKE DALAM ANIME NARUTO SHIPPUDEN. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026
Baca Juga : ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI BUDAYA JEPANG DALAM FILM ANIME BARAKAMON (AIDIL AUDRIA, 2019)
Abstract
As a component of popular culture, anime serves not only as a medium of entertainment but also as a vehicle for representing real world social phenomena, such as intrapersonal conflict. This study aims to analyze the representation of the character Uchiha Sasuke's Intrapersonal conflict within the anime Naruto Shippuden. Utilizing Roland Barthes' semiotic theory, the research examines visual and narrative signs across three levels of meaning; denotation, connotation, and myth. A descriptive-qualitative method employing a textutal analysis (semiotic) approach was used. The analysis focuses on seven significant scenes across specific episodes that reflect Uchiha Sasuke's intrapersonal conflict falls into three categories: (1) the disintegration of self-beloef, triggered by a denial of reality and indications of self-doubt; (2) the disregard for societal values and morality as a defense mechanism and an escape from a dark past; and (3) deep deliberation regarding decisions through intrapersonal dialogue and the pursuit of truth from differing perspectives. On a mythic level, the narrative reinforces a societal perception that isolating oneself from the social order and cycles of hatred is often viewed as an extreme defense mechanism against psychological pressure; simultaneously, it demonstrates how audio-visual media can represent intrapersonal conflict within the context of popular culture. Keyword: Representation, Intrapersonal Conflict, Anime, Roland Barthes Semiotics
Baca Juga : PENGEMBANGAN KECERDASAN INTRAPERSONAL ANAK MELALUI KREATIVITAS PENCAMPURAN WARNA PADA TK IT AL-AZHAR BANDA ACEH (NOVITA FANNY, 2016)