Kabupaten bener meriah merupakan salah satu daerah yang sering mengalami bencana tanah longsor akibat kondisi topografi dengan kemiringan lereng curam, didominasi wilayah perbukitan, serta curah hujan yang tinggi. pada tahun 2023, kabupaten bener meriah mengalami 23 kejadian tanah longsor yang mengakibatkan kerugian material serta mengganggu akses transportasi akibat tertutupnya badan jalan oleh material longsoran. penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi spasial tingkat risiko tanah longsor di kabupaten bener meriah. pemetaan risiko dilakukan pada skala desa dengan mempertimbangkan aspek bahaya, kerentanan, dan kapasitas. data diolah menggunakan perangkat lunak arcgis melalui proses overlay antarparameter dengan metode skoring dan pembobotan untuk menghasilkan peta risiko bencana tanah longsor. arahan pengurangan risiko disusun berdasarkan tingkat risiko yang dihasilkan serta dianalisis keterkaitannya dengan dokumen rpjmd, rtrw kabupaten bener meriah, dan peraturan menteri atr/bpn nomor 11 tahun 2021. hasil penelitian menunjukkan bahwa kabupaten bener meriah didominasi oleh kelas risiko tinggi seluas 130.187,59 ha atau 68,37%, diikuti kelas risiko sedang seluas 54.125,76 ha 28,42%, dan kelas risiko rendah seluas 5.549,30 ha 2,91%, yang dipengaruhi oleh variasi tingkat bahaya, kerentanan, dan kapasitas wilayah. arahan pengurangan risiko yang dihasilkan meliputi pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan rawan longsor, konservasi lereng, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan infrastruktur mitigasi, serta penguatan kelembagaan penanggulangan bencana. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana. kata kunci: risiko tanah longsor, pengurangan risiko tanah longsor, bener meriah
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN BENER MERIAH. Banda Aceh Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota,2026
Baca Juga : KAJIAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN LINGE KABUPATEN ACEH TENGAH (Faidha Rahmi, 2014)
Abstract
Bener Meriah Regency is one of the regions in Indonesia that is highly susceptible to landslides due to its steep topography, predominantly mountainous terrain, and high rainfall intensity. In 2023, the regency experienced 23 landslide events, resulting in material losses and disruptions to transportation caused by landslide debris blocking road networks. This study aims to map the spatial distribution of landslide risk in Bener Meriah Regency. The risk mapping was conducted at the village level by considering the components of hazard, vulnerability, and capacity. The data were processed using ArcGIS through overlay analysis combined with a scoring and weighting method to produce a landslide risk map. Risk reduction strategies were formulated based on the resulting risk levels and analyzed in relation to the Regional Medium-Term Development Plan (RPJMD), the Regional Spatial Plan (RTRW) of Bener Meriah Regency, and the Regulation of the Minister of Agrarian Affairs and Spatial Planning/National Land Agency Number 11 of 2021. The results indicate that Bener Meriah Regency is dominated by the high-risk class, covering 130,187.59 ha (68.37%), followed by the moderate-risk class with an area of 54,125.76 ha (28.42%) and the low-risk class covering 5,549.30 ha (2.91%). These risk levels are influenced by variations in hazard, vulnerability, and regional capacity. The proposed risk reduction measures include controlling land use in landslide-prone areas, slope conservation, strengthening community capacity, improving mitigation infrastructure, and enhancing disaster management institutions. The findings of this study are expected to serve as a reference for local governments in formulating disaster mitigation policies and spatial planning strategies oriented toward disaster risk reduction. Keywords: Landslide Risk, Landslide Risk Reduction, Bener Meriah