Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SRI SUKMA YANTI, UPAYA MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN TRADISI INAFI KABUPATEN SIMEULUE. Banda Aceh Fakultas KIP,2026

Sri sukma yanti (2026). upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi inafi kabupaten simeulue.fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan dr sanusi s.pd.,m.si dan ridayani, s.h., m.h. inafi adalah tradisi lisan masyarakat kabupaten simeulue yang diwariskan secara turun-temurun dan berisi kisah, pesan, nasihat, serta nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan smong sebagai kearifan lokal masyarakat simeulue. perkembangan zaman, modernisasi, dan kemajuan teknologi menyebabkan minat generasi muda terhadap tradisi inafi semakin berkurang. penelitian ini mengkaji dua permasalahan, yaitu: (1) bagaimana upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi inafi di kabupaten simeulue; dan (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelestarian tradisi inafi. penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi inafi serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku seni, masyarakat, dan generasi muda. hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelestarian tradisi inafi dilakukan melalui pewarisan cerita secara lisan dari orang tua kepada anak, penyampaian inafi oleh tokoh adat dan pelaku seni kepada masyarakat serta generasi muda, dan penanaman nilai-nilai sejarah, moral, serta kearifan lokal yang terkandung dalam inafi. faktor pendukung pelestarian meliputi kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi, peran aktif tokoh adat dan pelaku seni, serta nilai sejarah dan kearifan lokal yang masih dijunjung oleh masyarakat. adapun faktor penghambatnya meliputi pengaruh modernisasi, rendahnya minat generasi muda untuk mempelajari tradisi inafi, serta terbatasnya dokumentasi tradisi lisan. disimpulkan bahwa tradisi inafi masih terus dilestarikan melalui pewarisan antargenerasi, namun diperlukan upaya yang lebih berkelanjutan agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang. kata kunci: tradisi inafi, smong, cerita lisan, pelestarian budaya, kabupaten simeulue.



Abstract

Sri Sukma Yanti (2026). Community Efforts in Preserving the Inafi Tradition in Simeulue Regency. Faculty of Teacher Training and Education. [Undergraduate Thesis. Syiah Kuala University]. Supervised by Dr. Sanusi, S.Pd., M.Si and Ridayani, S.H., M.H. Inafi is an oral tradition of the people of Simeulue Regency that has been passed down from generation to generation and contains stories, messages, advice, and life values related to Smong as the local wisdom of the Simeulue community. The development of the times, modernization, and technological advances have led to a decline in younger generations' interest in the Inafi tradition. This study addresses two research questions: (1) how the community preserves the Inafi tradition in Simeulue Regency, and (2) what factors support and hinder the preservation of the Inafi tradition. The study aims to describe the community's efforts to preserve the Inafi tradition and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its preservation. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews and documentation involving traditional leaders, artists, community members, and the younger generation. The findings indicate that the preservation of the Inafi tradition is carried out through the oral transmission of stories from parents to their children, the dissemination of Inafi by traditional leaders and artists to the community and younger generations, and the transmission of the historical, moral, and local wisdom values embedded in the tradition. The supporting factors include public awareness of the importance of preserving the tradition, the active role of traditional leaders and artists, and the enduring historical and local wisdom values upheld by the community. Meanwhile, the inhibiting factors include the influence of modernization, the declining interest of younger generations in learning the Inafi tradition, and the limited documentation of the oral tradition. In conclusion, the Inafi tradition continues to be preserved through intergenerational transmission; however, more sustainable preservation efforts are needed to ensure that it remains recognized and is passed on to future generations. Keywords: Inafi Tradition, Smong, Oral Tradition, Cultural Preservation, Simeulue Regency.



    SERVICES DESK