Abstrak hijab merupakan salah satu simbol identitas perempuan muslim yang memiliki makna yang beragam dalam kehidupan masyarakat. penggunaan hijab tidak hanya dipahami sebagai bentuk ketaatan terhadap ajaran agama, namun juga berkaitan dengan identitas diri, pilihan personal, serta pengalaman sosial yang dialami oleh setiap perempuan. dalam konteks ini, kota banda aceh merupakan daerah yang menerapkan syariat islam melalui qanun aceh no.11 tahun 2002, namun masih ditemukan perempuan muslim yang tidak menggunakan hijab atau menggunakannya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perempuan di kota banda aceh memaknai penggunaan hijab dalam kehidupan sehari-hari. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi alfred schutz. fokus analisis diarahkan pada pemaknaan penggunaan hijab yang sebenarnya terhadap perempuan di kota banda aceh. informan penelitian adalah 6 (enam) perempuan dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda yang dipilih secara purposive, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pemaknaan yang diberikan oleh perempuan, yaitu hijab sebagai identitas diri perempuan muslim, hijab sebagai bentuk ketaatan dan perlindungan diri, hijab sebagai pilihan personal yang lahir dari kesiapan dan kesadaran individu, serta hijab sebagai bentuk pengekangan dan keterpaksaan yang didasarkan pada latar belakang kehidupan perempuan. keberagaman pemaknaan tersebut dipengaruhi oleh berbagai pengalaman sosial, lingkungan pertemanan dan pergaulan, budaya yang ada dimasyarakat, serta penerapan syariat islam dan qanun di kota banda aceh. penelitian ini menegaskan bahwa makna hijab bersifat personal dan terus berkembang sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing perempuan. kata kunci: pemaknaan hijab, perempuan, fenomenologi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMAKNAAN PENGGUNAAN HIJAB TERHADAP PEREMPUAN DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh FISIP Sosiologi,2026
Baca Juga : PENGARUH RELIGIUSITAS DAN NORMA SUBYEKTIF TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PAKAIAN HIJAB YANG DIMEDIASI OLEH KETERLIBATAN PAKAIAN HIJAB (STUDI KASUS KOTA BANDA ACEH) (Muhammad Ikhsan Ariansyah, 2018)
Abstract
ABSTRACT Hijab is one of the symbols of Muslim women’s identity that carries diverse meanings in society. The use of the hijab is not only understood as a form of obedience to Islamic teachings but is also associated with self-identity, personal choice, and the social experiences encountered by women. In this context, Banda Aceh is a region that implements Islamic law through Qanun Aceh No. 11 of 2002, however, there are still Muslim women who do not wear the hijab or wear it in ways that do not comply with the applicable regulations. This study aims to explore how women in Banda Aceh interpret the use of the hijab in their daily lives. The research employs a qualitative approach using Alfred Schutz’s phenomenological perspective. The analysis focuses on understanding the meanings that women in Banda Aceh attach to wearing the hijab. The study involved six female informants from diverse backgrounds, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal four main meanings attributed to the hijab; as a symbol of Muslim women’s identity, as a form of religious obedience and self-protection, as a personal choice arising from individual readiness and self-awareness, and as a form of restriction and compulsion shaped by women’s life experiences. These diverse interpretations are influenced by various factors, including social experiences, peer groups and social interactions, community culture, and the implementation of Islamic law and the Qanun in Banda Aceh. This study concludes that the meaning of the hijab is personal in nature and continues to evolve according to each woman’s life experiences. Keywords: Meaning of Hijab, Women, Phenomenology
Baca Juga : MODEL HIJAB SYAR’I MULTIFUNGSI BAGI REMAJA MUSLIMAH (Malisga Afwica, 2018)