Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penyalahgunaan program keluarga harapan (pkh) oleh sebagian keluarga penerima manfaat (kpm), seperti penggunaan bantuan yang tidak sesuai dengan tujuan program serta masih adanya penerima yang tidak lagi memenuhi kriteria. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dinas sosial kabupaten pidie dalam mengatasi penyalahgunaan program keluarga harapan (pkh). penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. informan penelitian terdiri atas sekretaris dinas sosial, ketua tim pkh, operator siks-ng, dan keluarga penerima manfaat (kpm). analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. penelitian ini menggunakan teori peran biddle dan thomas yang meliputi expectation (harapan), norm (norma), performance (wujud perilaku), evaluation (penilaian), dan sanction (sanksi). hasil penelitian menunjukkan bahwa dinas sosial kabupaten pidie telah melaksanakan perannya melalui pengawasan, verifikasi dan validasi data, pemutakhiran data, monitoring, evaluasi, serta koordinasi dengan pendamping pkh dan pemerintah gampong. namun, pelaksanaan peran tersebut masih menghadapi kendala, seperti belum optimalnya validitas data, rendahnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan perubahan kondisi ekonomi, serta keterbatasan sumber daya manusia. oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan, koordinasi, dan pemutakhiran data secara berkelanjutan agar pelaksanaan program keluarga harapan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. kata kunci : peran, program keluarga harapan (pkh), penyalahgunaan bantuan sosial.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN DINAS SOSIAL KABUPATEN PIDIE DALAM MENGATASI PENYALAHGUNAAN BANTUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN. Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik - Ilmu Pemerintahan,2026
Baca Juga : PERAN DINAS SOSIAL ACEH DALAM PENYALURAN BANTUAN SOSIAL MELALUI PENINGKATAN KUALITAS DATA DAN PROGRAM UNGGULAN (Vira Fitriani, 2025)
Abstract
This research is motivated by the misuse of the Family Hope Program (Program Keluarga Harapan / PKH) by some Beneficiary Families (Keluarga Penerima Manfaat / KPM). Such misuse includes the use of assistance that is not in accordance with the program’s objectives, as well as the continued inclusion of beneficiaries who are no longer eligible. This study aims to determine the role of the Social Affairs Office of Pidie Regency (Dinas Sosial Kabupaten Pidie) in addressing the misuse of the Family Hope Program (PKH). The research employs a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research informants consist of the Secretary of the Social Affairs Office, the Head of the PKH Team, the SIKS-NG Operator, and Beneficiary Families (KPM). Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The study uses the role theory of Biddle and Thomas, which includes Expectation (expectation), Norm (norm), Performance (actual behavior), Evaluation (assessment), and Sanction (sanction). The findings indicate that the Social Affairs Office of Pidie Regency has carried out its role through supervision, data verification and validation, data updating, monitoring, evaluation, and coordination with PKH facilitators and village (gampong) government. However, the implementation of these roles still faces challenges, such as insufficiently optimal data validity, low public awareness in reporting changes in economic conditions, and limitations in human resources. Therefore, ongoing improvements are needed in supervision, coordination, and data updating so that the Family Hope Program can be implemented more effectively and on target. Keywords: Role, Family Hope Program (PKH), Misuse of Social Assistance.
Baca Juga : IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) KABUPATEN PIDIE (BISMI MUHAMMAD, 2021)