Desa lubok sukon di kecamatan ingin jaya, aceh besar, ditetapkan sebagai desa wisata sejak tahun 2012 dan memiliki potensi berbasis kearifan lokal aceh, seperti rumah adat rumoh aceh, kesenian tradisional, kuliner khas, serta prestasi sebagai juara harapan anugerah desa wisata indonesia (adwi) 2023. meskipun demikian, penetapan status desa wisata belum diikuti dengan dukungan fasilitas dan alokasi dana khusus dari pemerintah, sementara tingkat keterlibatan masyarakat dalam pengembangannya juga masih menjadi tantangan. penelitian yang secara spesifik mengkaji perilaku dan partisipasi masyarakat di aceh besar masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perilaku dan bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata lubok sukon. penelitian ini dilaksanakan di desa lubok sukon pada bulan februari 2026 menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. populasi penelitian adalah 400 kepala keluarga, dengan sampel sebanyak 40 responden yang terdiri atas 16 pegawai dan 24 non-pegawai yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling, ditambah empat informan kunci yaitu kepala desa, ketua pokdarwis, ketua pkk, dan kepala dusun yang dipilih secara purposive. data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan skala likert untuk mengukur kecenderungan perilaku dan partisipasi masyarakat berdasarkan indikator sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku, serta indikator partisipasi pemikiran, tenaga, harta benda, dan keterampilan. hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku masyarakat dalam pengembangan desa wisata lubok sukon secara keseluruhan tergolong sangat mendukung, dengan sikap masyarakat yang sangat antusias, norma subjektif yang sangat kuat melalui dorongan tokoh dan lingkungan sosial, serta persepsi kontrol perilaku yang mendukung meskipun masih terdapat kendala waktu dan keterampilan. bentuk partisipasi masyarakat yang paling menonjol adalah partisipasi tenaga, terutama melalui gotong royong dan persiapan acara wisata, diikuti oleh partisipasi pemikiran melalui musyawarah desa dan partisipasi keterampilan pada bidang kuliner, kerajinan, dan pengelolaan homestay, sedangkan partisipasi harta benda berada pada kriteria sedang akibat keterbatasan ekonomi masyarakat.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS PERILAKU DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (STUDI KASUS: DESA LUBOK SUKON, KECAMATAN INGIN JAYA, ACEH BESAR). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2026
Baca Juga : MODAL SOSIAL KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA (STUDI DI GAMPONG LUBUK SUKON, KECAMATAN INGIN JAYA) (ZINNUN AL MISRI, 2025)
Abstract
Lubok Sukon Village in Ingin Jaya Subdistrict, Aceh Besar, has been designated a tourism village since 2012 and possesses potential based on local Acehnese wisdom, such as the traditional Rumoh Aceh house, traditional arts, distinctive culinary offerings, and its achievement as the Runner-up (Harapan) winner of the 2023 Indonesian Tourism Village Award (ADWI). Nevertheless, this designation as a tourism village has not been accompanied by adequate facility support or special funding allocations from the government, while the level of community involvement in its development also remains a challenge. Research specifically examining community behavior and participation in Aceh Besar is still limited; therefore, this study aims to identify the forms of behavior and forms of community participation in the development of Lubok Sukon Tourism Village. This research was conducted in Lubok Sukon Village in February 2026 using a descriptive method with a qualitative approach. The research population consisted of 400 heads of households, with a sample of 40 respondents comprising 16 employees and 24 non-employees selected using stratified random sampling, in addition to four key informants—namely the Village Head, the Chair of Pokdarwis (Tourism Awareness Group), the Chair of PKK (Family Welfare Movement), and the Hamlet Head—selected purposively. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using a Likert scale to measure tendencies in community behavior and participation based on the indicators of attitude, subjective norms, and perceived behavioral control, as well as the participation indicators of ideas, labor, material contributions, and skills. The results show that community behavior toward the development of Lubok Sukon Tourism Village is overall classified as highly supportive, with the community displaying highly enthusiastic attitudes, very strong subjective norms driven by community leaders and the social environment, and supportive perceived behavioral control, although constraints in time and skills still exist. The most prominent form of community participation is labor participation, particularly through mutual cooperation (gotong royong) and preparation for tourism events, followed by participation in the form of ideas through village deliberations (musyawarah), and skills participation in the fields of culinary arts, handicrafts, and homestay management, while material/property participation falls into the moderate category due to the community's economic limitations.