Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
HERNI YESI SANURAYA, NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM TARI SILAT GELOMBANG DI KABUPATEN SIMEULUE. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,2026

Herni yesi sanuraya (2026). nilai-nilai yang terkandung dalam tari silat gelombang di kabupaten simeulue. [skripsi. universitas syiah kuala]. di bawah bimbingan hasbi ali, s.pd., m.si dan dr. ruslan, s.pd., m.ed. tari silat gelombang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat simeulue yang masih dilestarikan hingga saat ini dan memiliki fungsi penting dalam berbagai kegiatan adat serta penyambutan tamu. adapun tujuan penelitian (1) untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan tari silat gelombang pada masyarakat simeulue (2) untuk mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yang berkontribusi terhadap identitas masyarakat dan pelestarian warisan budaya lokal. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. penelitian ini dilaksanakan di kecamatan simeulue timur, kabupaten simeulue dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. hasil penelitian menunjukan bahwa (1) tari silat gelombang masih dilaksanakaan dan dilestarikan dengan baik oleh masyarakat simeulue, pelaksanaannya diawali dengan persiapan penari dan perlengkapan, kemudian dilaksanakan melalui empat tahapan gerakan, yaitu salam pembuka, gerak awal, gerak manapuk, dan gerak bersalam akhir. tari ini ditampilkan pada berbagai kegiatan adat, seperti penyambutan tamu kehormatan, pernikahan adat, dan acara budaya lainnya. (2) nilai-nilai yang terkandung dalam tari silat gelombang mengandung nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan dan kerja sama, tari silat gelombang tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai budaya dan pembentukan karakter masyarakat. simpulan dari penelitian ini (1) pelaksanaan tari silat gelombang memiliki struktur gerak yang baku yang terdiri atas empat tahapan, yaitu salam pembuka, gerak awal, gerak manapuk, dan gerak bersalam akhir, tari ini tidak hanya berfungsi sebagai seni pertunjukan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai-nilai budaya (2) nilainilai yang terkandung dalam tari silat gelombang mengandung nilai kejujuran yang tercermin melalui perilaku para penari untuk bersikap apa adanya, nilai tanggung jawab, sikap para penari dalam melaksanakan kewajiban, seperti mengikuti latihan secara rutin, nilai kedisiplinan merupakan sikap yang ditunjukkan melalui kepatuhan para penari terhadap aturan latihan dan pertunjukan, serta kerja sama yang selalu diimplementasikan. saran penelitian ini (1) bagi masyarakat simeulue diharapkan terus mendukung keberadaan tari silat gelombang dengan ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan budaya (2) bagi generasi muda diharapkan memiliki kesadaran dan kepedulian yang lebih tinggi terhadap pelestarian budaya daerah (3) peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengkaji tari silat gelombang dari aspek yang lebih luas, seperti makna simbolik gerakan, fungsi pendidikan budaya, maupun strategi pelestarian budaya di era digital. kata kunci: tari silat gelombang, nilai budaya, nilai sosial, simeulue



Abstract

Herni Yesi Sanurayaa (2026). Values Contaiened in the Silat Gelombang Dance in Simeulue Regency. [Thesis. Syiah Kuala University]. Supervised by Hasbi Ali, S.Pd., M.Si and Dr. Ruslan, S.Pd., M.Ed. The Silat Gelombang Dance is one of the cultural heritages of the Simeulue community that has been preserved to the present day and plays an important role in various traditional ceremonies and the welcoming of honored guests. This study aimed (1) to identify and analyze the implementation of the Silat Gelombang Dance in the Simeulue community and (2) to identify the values embedded in the dance that contribute to community identity and the preservation of local cultural heritage. This study employed a qualitative approach using a descriptive research design. The research was conducted in East Simeulue District, Simeulue Regency, involving eight informants. The findings revealed that (1) the Silat Gelombang Dance continues to be practiced and well preserved by the Simeulue community. Its implementation begins with the preparation of the dancers and the required equipment, followed by four stages of movement: the opening salute, the initial movement, the manapuk movement, and the closing salute. The dance is performed at various traditional events, including the welcoming of honored guests, traditional wedding ceremonies, and other cultural events. (2) The values embedded in the Silat Gelombang Dance include honesty, responsibility, discipline, and cooperation. Therefore, the dance functions not only as a performing art but also as a medium for transmitting cultural values and fostering character within the community. The study concludes that (1) the implementation of the Silat Gelombang Dance follows a standardized movement structure consisting of four stages: the opening salute, the initial movement, the manapuk movement, and the closing salute. Beyond serving as a performing art, the dance also functions as a medium for preserving and transmitting cultural values. (2) The values embodied in the Silat Gelombang Dance include honesty, reflected in the dancers' sincerity and authenticity; responsibility, demonstrated through their commitment to fulfilling obligations such as participating in regular rehearsals; discipline, shown through adherence to rehearsal and performance rules; and cooperation, consistently practiced throughout both rehearsals and performances. It is recommended that (1) the Simeulue community continue to support the existence of the Silat Gelombang Dance by actively participating in cultural activities; (2) younger generations develop greater awareness of and commitment to preserving local cultural heritage; and (3) future researchers examine the Silat Gelombang Dance from broader perspectives, such as the symbolic meanings of its movements, its role in cultural education, and strategies for cultural preservation in the digital era. Keywords: The Silat Gelombang Dance, Cultural Values, Social Values, Simeulue



    SERVICES DESK