Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SARINAH, NILAI-NILAI DALAM TRADISI TEMETOK (PEMBERIAN UANG) PADA MASYARAKAT KABUPATEN ACEH SINGKIL. Banda Aceh Fakultas KIP,2026

Sarinah (2026). nilai-nilai dalam tradisi temetok (pemberian uang) pada masyarakat kabupaten aceh singkil [skripsi. universitas syiah kuala]. dibawah bimbingan hasbi ali, s.pd., m.si dan dr. ruslan, s.pd., m.ed tradisi temetok di kabupaten aceh singkil, terutama di kecamatan gunung meriah dan singkil masih dipertahankan sebagai bentuk bantuan sosial saat pesta pernikahan dan sunat rasul, praktiknya berupa pemberian uang kepada penyelenggara acara yang memiliki makna sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat. penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pelaksanaan tradisi temetok (2) menganalisis nilai-nilai yang terkandung didalamnya pada masyarakat kabupaten aceh singkil. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif yang dilaksanakan di kecamatan gunung meriah dan kecamatan singkil dengan subjek penelitian 16 orang, yaitu 4 tokoh adat, 4 tokoh agama, dan 8 masyarakat yang terlibat langsung dalam pelaksanaan tradisi temetok. data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tata cara pelaksanaan tradisi temetok diawali dengan permohonan izin kepada kepala kepala desa dan perangkat adat setempat. pelaksanaannya melibatkan puhun, anak bayo, dan marapule dengan tahapan peusijuk menggunakan perlengkapan adat seperti, nasi kuning, gunting, silet, dan sisir. kemudian acara dilanjutkan dengan ucapan selamat, doa, serta pemberian hasil temetok ke ahli baik ( yang punya pesta), (2) nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi temetok meliputi nilai tolong-menolong, kepedulian sosial, kekeluargaan, nilai ekonomi, nilai tanggung jawab, serta nilai budaya. kesimpulan dari penelitian ini (1) pelaksanaan tradisi temetok di kecamatan gunung meriah dan singkil berlangsung melalui rangkaian adat (persiapan, koordinasi dengan tokoh adat, prosesi tepung tawar, doa restu, dan penyerahan bantuan uang), yang menunjukkan keterikatan kuat masyarakat aceh singkil pada nilai budaya warisan turun temurun (2) nilai yang terkandung meliputi saling tolong‑menolong, kepedulian, kekeluargaan, nilai ekonomi, nilai tanggung jawab serta nilai budaya yang diwariskan ke generasi berikutnya. saran penelitian ini (1) masyarakat diharapkan terus melaksanakan tradisi temetok pada pernikahan dan sunat rasul serta libatkan generasi muda agar adat tetap terwariskan (2) generasi muda diharapkan aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan temetok untuk menjaga kelangsungan dan pemahaman terhadap adat (3) peneliti selanjutnya diharapkan lakukan kajian lebih mendalam dengan pendekatan spesifik, misalnya analisis satu nilai tertentu atau studi tentang pergeseran nilai budaya dalam praktik temetok. kata kunci: tradisi temetok, nilai-nilai, masyarakat aceh singkil



Abstract

Sarinah (2026). Values Embedded in the Temetok Tradition (Monetary Giving) among the Community of Aceh Singkil Regency [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Hasbi Ali, S.Pd., M.Si dan Dr. Ruslan, S.Pd., M.Ed The Temetok tradition in Aceh Singkil Regency, particularly in Gunung Meriah and Singkil Districts, is still preserved as a form of social assistance during wedding and circumcision ceremonies. It is practiced through monetary contributions to event organizers and carries social, economic, and cultural significance for the community. This study aims (1) to examine the implementation of the Temetok tradition and (2) to analyze the values embodied in the tradition among the people of Aceh Singkil Regency. This study employed a qualitative descriptive approach conducted in Gunung Meriah and Singkil Districts with 16 participants, consisting of four traditional leaders, four religious leaders, and eight community members directly involved in the implementation of the Temetok tradition. Data were collected through interviews and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that (1) the implementation of the Temetok tradition begins with obtaining permission from the village head and customary leaders. The ceremony involves puhun, anak bayo, and marapule, followed by the peusijuk ritual using traditional items such as yellow rice, scissors, a razor blade, and a comb. The ceremony continues with congratulatory remarks, prayers, and the presentation of the Temetok contributions to the event host. (2) The values embodied in the Temetok tradition include mutual assistance, social concern, kinship, economic value, responsibility, and cultural value. The study concludes that (1) the implementation of the Temetok tradition in Gunung Meriah and Singkil Districts follows a sequence of customary stages, including preparation, coordination with customary leaders, the peusijuk ceremony, prayers and blessings, and the handover of monetary contributions, reflecting the strong attachment of the Aceh Singkil community to their inherited cultural values. (2) The values embodied in the Temetok tradition include mutual assistance, social concern, kinship, economic value, responsibility, and cultural value, which continue to be preserved and passed on to future generations. The recommendations of this study are (1) the community is expected to continue implementing the Temetok tradition during wedding and circumcision ceremonies while involving the younger generation to ensure its continuity; (2) the younger generation is expected to actively participate in the implementation of the Temetok tradition to preserve and understand their cultural heritage; and (3) future researchers are encouraged to conduct more in-depth studies using more specific approaches, such as analyzing a particular value or examining shifts in cultural values within the practice of the Temetok tradition. Keywords: Temetok Tradition, Values, Aceh Singkil Society



    SERVICES DESK