Budaya organisasi merupakan elemen penting dalam membentuk lingkungan kerja yang kondusif, khususnya bagi tenaga kesehatan seperti perawat. budaya organisasi yang kuat dan positif dapat meningkatkan kepuasan kerja, motivasi, dan efektivitas pelayanan keperawatan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran budaya organisasi pada perawat di rumah sakit jiwa (rsj) aceh. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. sampel terdiri dari 148 perawat ruang rawat inap yang dipilih melalui teknik purposive sampling. data dikumpulkan menggunakan kuesioner budaya organisasi yang mencakup tujuh subvariabel: inovasi dan pengambilan risiko, memperhatikan detail, orientasi hasil, orientasi manusia, orientasi tim, agresivitas, dan stabilitas. hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki budaya organisasi yang baik (92,6%). seluruh subvariabel berada dalam kategori baik, dengan persentase tertinggi pada aspek stabilitas (92,6%) dan terendah pada orientasi hasil (86,5%). kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa budaya organisasi di rsj aceh secara umum tergolong sangat baik, namun perhatian tetap diperlukan terhadap sebagian kecil perawat yang belum menyesuaikan diri secara optimal, terutama dalam aspek orientasi hasil.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN BUDAYA ORGANISASI PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2026
Baca Juga : GAMBARAN PENERAPAN PRINSIP TUJUH BENAR PEMBERIAN OBAT OLEH PERAWAT KEPADA PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH (Cut Firly Putri Uzira, 2023)
Abstract
Organizational culture is a critical element in shaping a conducive work environment, particularly for healthcare professionals such as nurses. A strong and positive organizational culture can enhance job satisfaction, motivation, and the overall effectiveness of nursing services. This study aimed to describe the organizational culture among nurses at Aceh Mental Hospital. A quantitative descriptive design with a cross-sectional approach was employed. The sample consisted of 148 inpatient nurses selected through purposive sampling. Data were collected using an organizational culture questionnaire encompassing seven sub-variables: innovation and risk-taking, attention to detail, outcome orientation, people orientation, team orientation, aggressiveness, and stability. The findings indicated that the majority of nurses perceived the organizational culture as positive (92.6%). All sub-variables were rated as good, with the highest percentage in the stability dimension (92.6%) and the lowest in outcome orientation (86.5%). The study concluded that the overall organizational culture at Aceh Mental Health Hospital is highly favorable. However, attention is still needed for a small proportion of nurses who have not fully adapted, particularly in the area of outcome orientation.
Baca Juga : KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP PASIEN DI RUMAH SAKIT JIWA ACEH (GEBBY DESZA ANANDA, 2018)