Kota sabang merupakan wilayah kepulauan di ujung barat indonesia dengan potensi perikanan karang yang besar, tercatat tidak kurang dari 126 spesies ikan karang dari 18 famili. perikanan karang di wilayah ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari praktik penangkapan yang tidak ramah lingkungan, keterbatasan kelembagaan, hingga ancaman perubahan iklim yang menurunkan kualitas ekosistem terumbu karang. penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelolaan perikanan karang di kota sabang menggunakan pendekatan analisis swot. hasil analisis ifas menunjukkan bahwa faktor kekuatan memiliki total skor sebesar 1,50, sedikit lebih rendah dibandingkan faktor kelemahan sebesar 1,51, dengan kekuatan utama berupa peran keluarga dan struktur organisasi kelembagaan yang jelas, sementara kelemahan utama berupa kurangnya fasilitas penunjang kegiatan lembaga. hasil analisis efas menunjukkan bahwa faktor peluang memiliki total skor sebesar 1,51, lebih tinggi dibandingkan faktor ancaman sebesar 1,48, dengan peluang utama berupa dukungan program pemerintah terkait konservasi laut, sementara ancaman utama berupa kurangnya komunikasi internal kelembagaan. berdasarkan hasil diagram kuadran swot dengan titik koordinat -0,01 dan 0,03, posisi strategi pengelolaan perikanan karang di kota sabang berada pada kuadran iii (turn around), sehingga strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi wo (weaknesses-opportunities), yaitu memanfaatkan peluang eksternal yang tersedia untuk meminimalkan kelemahan internal yang masih dimiliki nelayan dan kelembagaan. penelitian ini merekomendasikan penguatan fasilitas kelembagaan, peningkatan keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan, serta optimalisasi program pemerintah dan kemajuan teknologi guna mendukung keberlanjutan pengelolaan perikanan karang di kota sabang. kata kunci: perikanan karang, analisis swot, strategi pengelolaan, kota sabang, kelembagaan perikanan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN KARANG DI KOTA SABANG DENGAN PENDEKATAN ANALISIS SWOT. Banda Aceh Fakultas Kelautan dan Perikanan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1),2026
Baca Juga : PENGELOLAAN PERIKANAN KARANG BERBASIS EKOSISTEM PADA DOMAIN TEKNIK PENANGKAPAN IKAN DI TPI PASIRAN KOTA SABANG (Abel Muammar Mesha, 2025)
Abstract
Sabang City is an archipelagic region located at the westernmost tip of Indonesia with considerable coral reef fisheries potential, comprising no fewer than 126 coral reef fish species from 18 families. However, coral reef fisheries in this area face various challenges, including destructive fishing practices, limited institutional capacity, and the impacts of climate change that have degraded coral reef ecosystems. This study aimed to analyze coral reef fisheries management strategies in Sabang City using the SWOT analysis approach. The research was conducted in five coastal areas, namely Ujung Karang, Ie Meule, Pasiran, Krueng Raya, and Anoi Itam. This study employed a quantitative descriptive method with a purposive sampling technique involving 55 respondents, consisting of 43 fishermen and 12 institutional stakeholders. Data were collected through structured interviews using questionnaires and were analyzed using the IFAS, EFAS, and SWOT matrices. The IFAS analysis results show that the strength factor obtained a total score of 1.50, slightly lower than the weakness factor at 1.51, with the main strength being the role of family and a clear institutional organizational structure, while the main weakness was the lack of facilities supporting institutional activities. The EFAS analysis results show that the opportunity factor obtained a total score of 1.51, higher than the threat factor at 1.48, with the main opportunity being government support for marine conservation programs, while the main threat was the lack of internal institutional communication. Based on the SWOT quadrant diagram with coordinates -0.01 and 0.03, the strategic position of coral reef fisheries management in Sabang City falls within Quadrant III (Turn Around), so the appropriate strategy to implement is the WO (Weaknesses-Opportunities) strategy, namely utilizing available external opportunities to minimize the internal weaknesses still held by fishermen and institutions. This study recommends strengthening institutional facilities, increasing member involvement in decision-making, and optimizing government programs and technological advancement to support the sustainable management of coral reef fisheries in Sabang City. Keywords: Coral reef fisheries, SWOT analysis, Management strategy, Sabang City, Fisheries institution
Baca Juga : STRATEGI PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP BERBASIS CODE OF CONDUCT RESPONSIBLE FISHERIES (CCRF) DI KABUPATEN BIREUEN (Rizka Maula, 2025)