Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
ZAHWA SANAYA, ARAHAN PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN KUMUH DI KAWASAN BANTARAN SUNGAI JAMBO AYE (STUDI KASUS: DESA KOTA PANTON LABU, KECAMATAN TANAH JAMBO AYE, KABUPATEN ACEH UTARA). Banda Aceh Fakultas Teknik Elektro,2026

Permukiman kumuh di kawasan bantaran sungai masih menjadi salah satu permasalahan pembangunan perkotaan akibat pertumbuhan permukiman yang tidak terencana, keterbatasan infrastruktur dasar, serta tingginya kerentanan terhadap bencana banjir. kondisi tersebut juga terjadi pada kawasan bantaran sungai jambo aye di desa kota panton labu, kecamatan tanah jambo aye, kabupaten aceh utara. penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik sosial budaya dan ekonomi masyarakat, menganalisis tingkat kekumuhan berdasarkan tujuh indikator peraturan menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat nomor 14 tahun 2018, serta merumuskan arahan peningkatan kualitas permukiman melalui analisis swot. penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung data kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. karakteristik masyarakat dianalisis secara deskriptif, tingkat kekumuhan menggunakan metode skoring, sedangkan arahan peningkatan kualitas permukiman dirumuskan melalui matriks ifas dan efas. hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial budaya masyarakat tergolong baik, sedangkan karakteristik ekonomi didominasi oleh sektor perdagangan, jasa, dan perikanan dengan tingkat pendapatan yang umumnya mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. sebagian pemanfaatan ruang masih belum sesuai dengan ketentuan garis sempadan sungai, yang ditunjukkan oleh keberadaan 219 unit bangunan (49,1%) di kawasan sempadan sungai jambo aye. hasil analisis tingkat kekumuhan menunjukkan skor kekumuhan kawasan sebesar 19,3 dari maksimum 80 (kumuh ringan). indikator proteksi kebakaran menjadi permasalahan paling dominan dengan skor 10,0. pengelolaan persampahan memperoleh skor 5,0, penyediaan air minum 2,0, kondisi bangunan gedung 1,3, drainase lingkungan 0,7, jalan lingkungan 0,3, sedangkan pengelolaan air limbah memperoleh skor 0,0. hasil analisis swot menunjukkan nilai ifas sebesar 2,45 dan efas sebesar 2,50, sehingga kawasan berada pada kuadran ii (weaknesses–opportunities). arahan peningkatan kualitas permukiman meliputi peningkatan sistem proteksi kebakaran, penataan kawasan sempadan sungai dan pengurangan risiko banjir, peningkatan pengelolaan persampahan, peningkatan infrastruktur dasar permukiman, serta penguatan partisipasi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. kata kunci: permukiman kumuh; bantaran sungai; karakteristik sosial budaya; karakteristik ekonomi; tingkat kekumuhan; analisis swot.



Abstract

Slum settlements along riverbanks remain a major urban development issue due to unplanned settlement growth, inadequate basic infrastructure, and high vulnerability to flooding. This condition is also found in the Jambo Aye Riverbank area, Kota Panton Labu Village, Tanah Jambo Aye District, North Aceh Regency. This study aims to identify the socio-cultural and economic characteristics of the community, analyze the level of settlement degradation based on the seven indicators stipulated in the Regulation of the Minister of Public Works and Housing of the Republic of Indonesia No. 14 of 2018, and formulate strategies for improving settlement quality using SWOT analysis. A qualitative descriptive approach supported by quantitative data was employed through field observations, interviews, and questionnaires. Community characteristics were analyzed descriptively, the level of settlement degradation was assessed using a scoring method, and improvement strategies were formulated through the IFAS and EFAS matrices. The results indicate that the community demonstrates favorable socio-cultural characteristics, while its economic activities are dominated by the trade, service, and fisheries sectors, with household incomes generally sufficient to meet basic needs. Land use within the study area remains inconsistent with the designated river setback regulations, as evidenced by 219 buildings (49.1%) located within the Jambo Aye River setback zone. The settlement degradation assessment yielded a score of 19.3 out of a maximum of 80, classifying the area as a light slum. Fire protection was identified as the most critical issue, with a score of 10.0, followed by solid waste management (5.0), drinking water supply (2.0), building conditions (1.3), drainage (0.7), and neighborhood roads (0.3), while wastewater management scored 0.0. The SWOT analysis produced an IFAS score of 2.45 and an EFAS score of 2.50, placing the study area in Quadrant II (Weaknesses–Opportunities). The proposed settlement improvement strategies include strengthening fire protection systems, reorganizing the river setback area and reducing flood risk, improving solid waste management, upgrading basic settlement infrastructure, and enhancing community participation and economic empowerment. Keywords: slum settlements; riverbank settlements; socio-cultural characteristics; economic characteristics; slum level; SWOT analysis.



    SERVICES DESK