Perkembangan media sosial, khususnya tiktok, telah mengubah pola komunikasi remaja dalam berinteraksi di ruang digital. kemudahan dalam mengakses dan menyebarkan informasi melalui tiktok tidak hanya memberikan manfaat sebagai media hiburan dan edukasi, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan etika komunikasi, seperti penggunaan bahasa yang tidak santun, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, serta munculnya komentar yang mengandung unsur perundungan dan ujaran negatif. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etika komunikasi siswa smait al-fityan school aceh dalam interaksi digital pada platform tiktok jika ditinjau dari pendekatan gaya komunikasi islam. penelitian ini menggunakan teori kognitif sosial albert bandura dengan pendekatan kualitatif deskriptif. data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih dominan melakukan aktivitas konsumsi konten dibandingkan produksi komunikasi. meskipun sering terpapar komentar kasar, bahasa gaul, dan informasi yang belum terverifikasi, sebagian besar siswa mampu melakukan penyaringan terhadap perilaku komunikasi dengan mempertimbangkan dampak sebelum berkomentar, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, serta berupaya menggunakan bahasa yang sopan. ditinjau dari pendekatan gaya komunikasi islam, etika komunikasi siswa secara umum telah mengarah pada penerapan prinsip qaulan ṣadīdan, qaulan ma'rūfan, qaulan maysūran, dan qaulan karīman, meskipun penerapannya belum sepenuhnya konsisten akibat pengaruh budaya komunikasi digital dan lingkungan pergaulan. kata kunci: etika komunikasi, tiktok, gaya komunikasi islam, teori kognitif sosial, remaja.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ETIKA KOMUNIKASI REMAJA DALAM INTERAKSI DIGITAL PADA PLATFORM TIKTOK DENGAN PENDEKATAN GAYA KOMUNIKASI ISLAM RN(STUDI PADA SISWA SMAIT AL-FITYAN SCHOOL ACEH). Banda Aceh Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik,2026
Baca Juga : DAMPAK PENGGUNA MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP ETIKA REMAJA DI DESA ILIE KECAMATAN ULEE KARENG (DUANA MENTARI, 2025)
Abstract
The rapid growth of social media, particularly TikTok, has transformed the way adolescents communicate in digital environments. The platform provides opportunities for entertainment, education, and information sharing; however, it also raises various communication ethics issues, including the use of inappropriate language, the spread of unverified information, and negative or abusive comments. This study aims to examine the communication ethics of students at SMAIT Al-Fityan School Aceh in digital interactions on TikTok from the perspective of the Islamic communication approach. The study employed Albert Bandura's Social Cognitive Theory using a descriptive qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving six students selected through purposive sampling. The findings indicate that students tend to engage more in content consumption than content production. Although they are frequently exposed to harsh comments, slang expressions, and unverified information, most participants demonstrated the ability to regulate their communication behavior by considering the consequences before commenting, verifying information before sharing it, and using polite language in their interactions. From the perspective of the Islamic communication approach, students' communication ethics generally reflect the principles of qaulan ṣadīdan, qaulan ma'rūfan, qaulan maysūran, and qaulan karīman. However, the implementation of these principles has not been entirely consistent due to the influence of digital communication culture and peer environments. Keywords: communication ethics, TikTok, Islamic communication style, Social Cognitive Theory, adolescents.